Peduli Lingkungan, Jurnalis Papua Tanam 1000 Bibit Pohon

Sejumlah jurnalis sedang menggali tanah tuk menanam bibit pohon di lereng gunung Bhayangkara

JAYAPURA — Peduli hutan Papua yang semakin hari semakin rusak, puluhan jurnalis yang dimotori Indonesian Journalist Network (IJN) Papua dan Papua Barat bersama puluhan jurnalis lainnya menanam 1.000 bibit pohon berbagai macam jenis.

Seribu bibit pohon seperti Bambu, Matoa, Kayu Besi, Jati China dan bibit pohon Akasia dari Papua Nugini tersebut ditanam pada perbukitan Bhayangkara III, Jayapura Utara. Sekedar diketahui, perbukitan tersebut adalah anakan atau kaki Gunung Cyclop yang terbentang dari Sentani, Kabupaten Jayapura hingga Pasir VI, Kota Jayapura.

“Kita semua sudah sering menulis soal rusaknya hutan Papua, dan pemberitaan lingkungan lainnya. Sekarang saat beraksi secara nyata menanam bibit pohon dihutan yang sudah rusak dan telah gundul,” kata Ketua IJN Papua dan Papua Barat, Roberth Vanwi, Sabtu (31/10/2015) petang.

Ini adalah awal kepedulian para jurnalis di Kota jayapura, menurutnya, seberapapun sibuknya jurnalis melakukan tugas jurnalistiknya, harus menyempatkan diri peduli terhadap lingkungannya.

“Ini program awal peduli hutan dari IJN serta kawan-kawan jurnalis dari organisasi pers lainnya yang ada di Kota Jayapura,” ujarnya.

Kegiatan penanaman pohon sekaligus adventure jurnalis yang dimulai sejak pagi pukul 06.00 wit hingga pukul 15.40 wit ini sekaligus mempererat tali kebersamaan sesama jurnalis dan melihat secara langsung seberapa parah rusaknya hutan di Papua, khusunya di Kota Jayapura.

“Untuk menghijaukan hutan cagar alam Papua, salah satunya seperti yang kami lakukan kali ini. Dan ini semua bukan untuk kami, melainkan buat anak cucu kami kemudian hari,” bebernya.

Hutan yang telah terlihat dengan mata kepala jurnalis, menurutnya, sebagian besar telah rusak akibat penebangan liar dan perluasan lahan kebun dengan membakar secara sengaja maupun tak sengaja, mengakibatkan gundulnya hutan cagar alam.

“Ini hutan rusak, tahun lalu terjadi banjir di pusat Kota Jayapura, akibat erosinya hutan di kaki gunung Cyclop ini,” ujarnya.

Dia mengharapkan, adanya kegiatan ini para jurnalis yang ada di Papua dan Papua Barat dan jurnalis yang ada di seluruh Indonesia termotifasi untuk peduli terhadap hutan dan lingkungan mereka berada.

“Kami juga menyarankan kepada kawan-kawan jurnalis seluruh Indonesia melakukan hal yang sama, mudah-mudahan ini menjadi contoh yang positif buat rekan-rekan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG), Fredy Wanda berikan apresiasi kepada jurnalis-jurnalis yang telah menunjukkan bentuk nyata soal penyelamatan hutan Papua yang kini berangsur-angsur rusak akibat ulah oknum masyarakat yang tak bertanggungjawab.

“Peduli hutan Papua dari jurnalis, saya menyambut positif apa yang dilakukan para jurnalis saat ini. Jangan kita peduli karena ada pejabat, karena ada pimpinan kita peduli dan karena ada uang. Mari kita semua peduli karena hati , kita peduli untuk penyelamatan hutan,” kata Fredy.

Senada hal itu, Humas WWF Indonesia reginal Papua, Andhiani M. Kumalasari mengatakan, hutan ini bagian dari cagar alam cyclop, dimana Kota Jayapura bentuknya kebanyakan bertebing, kawasan hutannya perlu dipertahankan agar sumber mata air tetap ada dan tidak adanya bencana alam tanah longsor.

“Kawasan di sini harus dijaga, agar mata air tetap terjaga. Paling tidak jurnalis ini sudah membantu hutan ini dengan berikan penanaman kembali pohon-pohon,” kata Andhi.

Puluhan Jurnalis dan Forum Peduli Port Numbay Green usai menanam 1000 bibit pohon di bukit Bhayangkara, jayapura Utara

SABTU, 31 Oktober 2015
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta

Jurnalis untuk wilayah Papua dan Papua Barat
Twitter: @indrayadihatta

Lihat juga...