Pelihara Ekosistim Hutan Mangrove dengan Jadikan Objek Wisata

Hutan Mangrove
LAMPUNG — Beragam cara dilakukan oleh masyarakat dan pemerhati untuk mempertahankan hutan bakau yang membentang di sepanjang sungai dan kawasan pantai timur Lampung. Diantaranya di Desa Berundung Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan provinsi Lampung yang dipertahankan sebagai kawasan konservasi dan wisata.
“Kawasan hutan mangrove di Berundung sering menjadi wahana wisata sekaligus
penelitian sehingga oleh warga masih dipertahankan dan sekaligus untuk menjaga ekosistem muara dan sungai”ungkap Salah satu pemerhati wisata sekaligus warga Berundung, Sungkowo(35) kepada Cendana News, Senin (05/10/2015).
Disebutkan, pengembangan kawasan hutan mangrove Desa Berundung pun mendapat dukungan dari pemerhati lingkungan dan pemerintah terkait yang menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata. Beberapa nelayan bahkan sudah memodifikasi perahunya untuk disewa ke lokasi tersebut dengan biaya Rp250ribu hingga Rp300ribu atau berdasarkan kesepakatan. 
Perahu yang sandar di tepi sungai atau parit akan membawa pengunjung menyusuri sungai hingga ke muara yang menyajikan kawasan mangrove di sisi kanan dan kiri. Beberapa binatang diantaranya biawak, buaya muara, burung camar, burung bangau masih bisa ditemui di lokasi ini.
“Kami telah membuat peraturan desa agar kawasan ini dijaga termasuk larangan mengganggu habitat yang ada di sekitar mangrove dengan adanya sangsi sosial serta peringatan,” ujar Sungkowo.
Dari lokasi tersebut Setelah menyusuri sungai Berundung dengan hutan mangrove yang membentang hingga ke muara pengunjung pun bisa menikmati keindahan Pulau Mundu yang terlihat dari kejauhan dan ditempuh dalam waktu beberapa menit.
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...