Pemadaman Listrik, PLN mengaku Sedang Uji Coba Mesin PLTA

PLTA Genyem, Kab Jayapura
JAYAPURA — Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengeluhkan sering padamnya aliran listrik dirumah mereka. Pasalnya dalam sehari bisa mencapai 2-4 kali pemadaman listrik, yang mengakibatkan terganggunya aktivitas keseharian masyarakat, terutama aktifitas perkantoran.
Nirman, salah satu warga Kota Jayapura mempertanyakan padamnya listrik dalam sehari bisa sampai empat kali. Ia juga mengaku durasi pemadaman sering berjam-jam lamanya. 
“Kalau dipadamkan siang hari mungkin masih bisa, tapi ada juga pemadaman di malam hari, padahal malam harilah yang paling penting untuk penerangan di dalam rumah,” keluh Irman sapaan sehari-harinya, Kamis (15/10/2015).
Tak hanya Nirman, salah satu pekerja swasta pun mengeluhkan pemadaman listrik yang berung kali di ibukota provinsi Papua tersebut. 
“Usaha fotocopy yang saya kelola ini pasti akan terhambat dengan dipadamkannya listrik, sedangkan alat yang ini semua membutuhkan tenaga listrik, saya merasa rugi, karena saya tidak gunakan jenset, karena takut arus listrik yang tidak stabil merusak mesin foto copy saya,” kata Anton.
Sementara itu, Manager Teknik PT PLN wilayah Papua dan Papua Barat, Edison Rajagukguk mengatakan, seringnya pemadaman listrik di wilayah Kota Jayapura, yang dalam sehari bisa sampai 10 kali, dikarenakan adanya uji coba mesin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dioperasikan di Genyem, Kabupaten Jayapura.
“Uji coba PLTA ini membuat aliran listrik memang harus dilakukan sekian persen dimatikan atau dilepas dan akan dilihat jika pada saat dilepas itu, terjadi pemadaman atau tidak dan sebaliknya, pengujian PLTA ini  dalam tahapan untuk menerima sesuatu dan dimulai dari pengetesan atau dikenal dengan performance test,” kata Rajagukguk.
Selanjutnya, ini dilakukan untuk mengamati, apakah pada saat dimatikan itu, turbinnya masih tetap berputar atau tidak. Dengan kata lain, turbin itu harus  hidup dan menghidupi dirinya sendiri.
“Jadi ada istilahnya dimatikan, dihubungkan diluar tapi didalam diri sendiri dia harus hidup, jadi proses itulah dilaksanakan. Uji coba ini juga harus dilakukan langsung  ke jaringan atau sistem kita, dimana ada beban 10 mega, kalau bukan ke pelanggan, sebab tak mungkin dilakukan kepada sistem lainnya lagi,” ujarnya.
Disebutkan, mesin satu unit tersebut sudah berhasil dioperasikan dan tetap akan uji coba sepanjang 10 hari kedepan, atau 10×24 jam non stop, tanpa dimatikan. Itu juga akan menjadi  persyaratan. Ini baru 1 unit mesin yang dioperasikan.
PLTA Genyem, Kab Jayapura
KAMIS, 15 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...