Pembangunan Bandara, Pemkab Kulonprogo Fokuskan Relokasi Warga

Hasto Wardoyo, Bupati Kulonprogo
YOGYAKARTA — Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, membenarkan jika salinan putusan kasasi IPL Bandara Kulonprogo telah diterima Gubernur DIY sejak kemarin. Terkait hal itu, Pemkab mulai fokus pada rencana relokasi warga terdampak. Ditargetkan, sampai bulan April 2016 proses pengukuran tanah, assesment dan pematokan bisa diselesaikan.
Hal demikian dikatakan Hasto Wardoyo, usai mengikuti sebuah seminar di Royal Ambarukmo Plaza Yogyakarta, Kamis (29/10/2015). Hasto membenarkan, jika dengan telah diterimanya salinan putusan kasasi IPL Bandara Kulonprogo dari MA RI, pihak Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo bekerjasama dengan Angkasa Pura (AP) 1 mulai menyiapkan langkah-langkah konkrit untuk pelaksanaan pembangunan bandara dengan membentuk dua satuan tugas (Satgas).
Pemkab Kulonprogo sendiri, kata Hasto, mulai fokus pada relokasi rumah-rumah warga dan perkantoran milik Pemkab, sedangkan akuisi¬si dan pembangunan bandara dilakukan oleh Angkasa Pura 1. Sedangkan tugas utama dari kedua Satgas adalah melakuka¬n pengukuran, pematokan dan assesement (¬appraisal indipendent) sampai bulan April 2016. 
“Harapannya dalam waktu 1 hingga 2 bulan pematokan lahan bisa selesai,” jelasnya.
Hasto juga menyebutkan, Pemkab Kulonprogo telah menyiapkan lahan dan dua opsi lahan relokasi yang bisa dipilih oleh warga terdampak. Adanya dua opsi itu, menurutnya, bertujuan untuk menyesuaikan keinginan dan kemamp¬uan warga. Sedangkan lahan pertanian akan diupayakan dari tanah-tanah kas desa yang ada seperti di Palihan dan Glagah. Adapun lokasi relokasi warga, menurut Hasto, juga disesuaikan dengan desa asal masing-masing warga. 
“Kalau ternyata kurang, baru akan direlokasi ke desa-desa sekitarnya. Sebagai langkah awal, kita akan mulai dengan merelokasi tana¬h dan bangunan yang merupakan aset umum Pemda dan Pemkab untuk memberi contoh kepada warga”, katanya.
Disebutkan juga, pihaknya akan terlebih dahulu menset¬ing up relokasi warga, membangun jalan, masjid, gereja dan sebagainya supaya warga mempunyai bayangan soal tempat ¬barunya nanti.
 “Kita akan melakukan komunikasi dengan warga, dan tentunya kita juga akan memberikan pelatihan dan pemberdayaan serta melatih warga yang alih profesi. Dan, semua warga terdampak yang memiliki surat kepemilikan tanah akan mendapat ganti rugi,” pungkasnya.
JUMAT, 30 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...