Pemda Harapkan Optimalisasi PLTPB Ulumbu tidak Acuhkan PAD

PLTA Genyem, Kab Jayapura [Ilustrasi]
FLORES — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, Flores, NTT mengharapkan optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Ulumbu tidak sampai mengacuhkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat. Pemda Manggarai sampai saat ini masih harus ‘gigit jari’ karena pengelolaan aset yang terletak di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, tersebut belum sedikit pun memberikan faedah bagi penggemukan postur PAD.
Pemda Manggarai melalui Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Kadis PPKAD), Willy Ganggut kepada Cendana News mengungkapkan, dari dulu sampai sekarang belum ada penerimaan untuk daerah dari optimalisasi pemanfaatan tenaga panas bumi tersebut. Ini diakuinya sangat bertentangan dengan harapan awal.
“Tidak ada. Dari dulu sampai sekarang, tidak ada. Khusus dari Ulumbu ya. Tidak ada penerimaan Daerah. Dulu memang kita harapkan, dari Ulumbu itu, kita dapat royalti,” ungkap Ganggut di ruang kerjanya saat ditanyai Cendana News terkait kontribusi PLTPB Ulumbu untuk Daerah Kabupaten Manggarai, Kamis (22/10/2015).
Sejauh ini Pemda Manggarai telah berkali-kali menunjukkan upaya maksimal untuk mendapatkan royalti dari aset daerah tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan menjalin koordinasi dengan pihak Kementerian Pertambangan. Terkait kepastiannya, Ganggut menyebut, masih menunggu keputusan Kementerian terkait.
“Sudah berulang kita berupaya agar kita bisa mendapatkan royalti dari Ulumbu. Artinya upaya dari Pemerintah Daerah sudah. Hanya tinggal menunggu keputusan dari kementerian, apakah ada atau tidak,” tuturnya.
PLTPB Ulumbu pertama kali dilakukan ujicoba pengoperasian sebagai pemasok tenaga listrik pada tahun 2011. Ada sebesar 2×2,5 Mega Watt (MW) daya yang berhasil dimanfaatkan dalam pengoperasian pada tahap awal ini. Selanjutnya sejak tahun 2012 terjadi peningkatan daya. Hingga saat ini total daya yang dipasok oleh tenaga panas bumi ini sudah mencapai 4×2,5 MW. 
KAMIS, 22 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...