Pemprov Yogyakarta Gelar Festival Budaya di Geopark Gunungkidul

salah satu tarian yang ditampilkan
YOGYAKARTA — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DI.Yogyakarta, menggelar festival budaya tradisional desa Nglanggeran, Pathuk, Gunungkidul, Yogyakarta, di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Sabtu (3/10/3015), siang. Gelar festival budaya tersebut disertai kirab budaya dari lima dusun yang ada di desa Nglanggeran. 
Sebanyak 10 kesenian tradisional yang ada di desa Nglanggeran  dipentaskan secara berurutan di komplek Pendopo Kalisong, Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul. Gelar seni budaya tersebut merupakan tradisi rutin yang pada awalnya hanya diadakan oleh salah satu dusun saja dan berskala kecil. Namun sejak tiga tahun terakhir, gelaran seni budaya tersebut dikemas lebih kolosal dengan tajuk Nglanggeran Cultur Festival.
Gelar festival budaya Nglanggeran diawali dengan kirab lima gunungan hasil bumi, yang pada akhir acara diperebutkan ratusan penonton. Aris Budiono, ketua penyelenggara acara mengatakan, sebanyak 10 kesenian ditampilkan berurutan antara lain jathilan, tarian tradisional, karawitan, reyog, gejok lesung dan lainnya. 
“Acara ini semula hanya merupakan tradisi rosulan yang diadakan di dusun Nglanggeran Kulon. Namun sejak tiga tahun terakhir tradisi itu dikemas menjadi kegiatan wisata yang didukung oleh Disparta DIY dan Gunungkidul”, kata Aris.
Dijelaskan lagi, tradisi rosulan merupakan tradisi warga yang diadakan sebagai simbol ucap syukur atas berkah panen yang nelimpah. Namun, sekarang dengan berbagai kemajuan pariwisata di Gunungkidul, tradisi rosulan lalu dikemas lebih besar dengan tetap tidak meninggalkan esensi budayanya  yaitu simbol ucap syukur atas berkah panen melimpah dan berkah semakin majunya pariwisata di Gunungkidul. 
“Apalagi dengan dinobatkannya kawasan perbukitan dan Gunung Api Purba di Gunungkidul sebagai salah satu kawasan Geopark Internasional oleh UNESCO sejak 19 September 2015, kami warga Gunungkidul sangat bangga dan bersyukur sekali”, ungkap Aris.
Festival Budaya Nglanggeran melibatkan partisipasi lima dusun yaitu Karangsari, Nglanggeran Kulon dan Wetan, Duga dan Gunung Buthak, menurut Aris, akan terus diselenggarakan sebagai upaya memperkenalkan kawasan Nglanggeran dengan ekowisata Gunung Api Purba, sebagi salah satu dari dua belas geosite yang ada di Gunungkidul.
Aris menjelaskan, kedua belas geosite atau titik lokasi geopark di Gunungkidul, direncanakan akan menjadi pintu masuk dari kawasan geopark internasional di Indonesia, yang ada disejumlah kawasan di Gunungkidul-Yogyakarta, Wonogiri-Jawa Tengah dan Pacitan-Jawa Timur. 
“Geosite di Gunungkidul itu menjadi menarik karena merupakan batuan vulkanik yang tersusun alamiah yang mengalami pembekuan pada 60 juta tahun silam”, pungkas Aris. 
Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta yang diwakili oleh Kasi ODTW Muhammad Halim, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul, Sariyanto dan segenap unsur muspika dan muspida setempat serta berbagai elemem masyarakat penggiat wisata dan akademisi pemerhati budaya.
SABTU, 03 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...