Pengamat Nilai Jokowi Harus Lakukan Reshuffle Jilid II

A. Warlan Yusuf
JAKARTA — Pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar), A. Warlan Yusuf mengatakan, Presiden Joko Widodo mesti kembali melakukan perombakan kabinet alias reshuffle, sebab tingkat kepercayaan Masyarak terhadap para pembantunya tidak begitu bagus.
Menurut Warlan, hasil survei yang dikeluarkan oleh Indo Barometer jelang sepuluh hari, satu tahun pemerintahan Jokowi-JK ada menteri cluster tiga, dengan kepuasaan publik terhadap mereka rata rata dibawah 30 persen.
“Dalam survei itu,terlihat tingkat kepuasaan publik pada menteri bisa dibagi dalam tiga cluster, yaitu di atas 50 persen, di antara 30-50 persen, dan dibawah 30 persen,” Ujar Warlan yusuf di Jakarta, Sabtu (10/10/2015).
Dikatakan, Menteri yang masuk cluster pertama adalah menteri Susi Pudjiastuti dengan tingkat kepuasaan 71,9 persen. 
Selanjutnya, sambung warlan, Menteri dengan cluster kedua adalah Anies Baswedan (54,2persen), Khofifah Indar Parawansa (47,8 persen), Lukman Hakim Saifuddin (44,4 persen), Nilla Moeloek (37,8 persen) dan Rizal Ramli (37,3 persen).
Sedangkan menteri yang masuk cluster kelas tiga yakni saja Puan Maharani (29,4 persen), Rudiantara (20,2 persen), Yuddy Chrisnandi (19,9 persen), Darmin Nasution (15 persen), Thomas Lembong (15,9 persen)
Dirinya menilai Presiden Jokowi harus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ‘kabinet kerja’ nya.
“Yang Jelas, Jokowi harus mengganti menteri kelas tiga, Puan dan kawan-kawan, sebab kinerjanya tidak menunjukkan apa-apa,” katanya.
Lebih Lanjut, Warlan Yusuf menjelaskan,ada tiga hal penting yang harus dilakukan Jokowi-JK untuk meningatkan kualitas pemerintahan saat ini.
Pertama, kata dia, mampu berkomunikasi dengan partai politik, dan berani meminta kader yang lebih berkualitas untuk duduk di kabinet. Kedua, lanjut warlan, bisa berkomunikasi dengan parlemen untuk memuluskan kebijakan.
?Dan yang Ketiga yaitu berkomunikasi dengan tokoh dan masyarakat untuk menjelaskan program apa saja yang akan dilakukan dan sudah dilakukan sehingga ada dukungan dari publik “tutupnya
SABTU, 10 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...