Pengamat: Pemda Harus Bentuk BUMD untuk Lindungi Petani Cengkeh

Cengkeh
AMBON — Harga komoditas khususnya Cengkeh dan Pala milik para petani di Maluku kerap naik – turun. Bahkan tidak menentu (fluktuatif) di pasaran. Kondisi demikian, otomatis merugikan sebagian besar para petani rempah-rempah yang sejak dulu diincar penjajah.
Direktur Eksekutif MOERI, Tammat R Talaohu
Menyikapi masalah ini, Pengamat Ekonomi lokal Maluku yang juga Direktur Eksekutif Mollucas Economy Reform Institute (MOERI), Tammat. R Talaohu menyarankan Pemerintah Daerah (Pemda) Porvinsi Maluku, segera membuat Badan Usama Milik Daerah (BUMD) yang fokus menangani dan membeli hasil-hasil petani cengkeh dan pala.
“Bukan hanya Cengkeh dan Pala, tapi komoditi lain seperti Kopra dan Cokelat juga. Selama ini, para pedagang atau pengusaha tertentu memainkan harga di pasaran. Kondisi demikian harga Cengkeh, Pala, Kopra dan Cokelat milik para petani Maluku sering mengalami fluktuasi,” jelasnya saat dimintai tanggapannya oleh Cendana News di Ambon, Rabu (7/10/2015).
Tammat sepakat Pemda selaku regulator harus membuat payung hukum untuk menentukan harga komoiditi khususnya cengkeh dan pala termasuk kopra dan cokelat.
“Padahal Cengkeh dan Pala adalah produk unggulan Maluku. Tapi selama ini pemerintah daerah kurang memperhitungkannya. Untuk melindungi petani lokal tidak hanya dibuat Perda atau regulasi. Yang lebih penting lagi, Pemda harus membuat BUMD yang konsen membeli hasil-hasil komoditi para petani Maluku,” tekannya.
Dikemukakan, mestinya sudah sejak lama Pemda Maluku membentuk BUMD untuk membeli hasil-hasil para petani lokal.
“Kalau harga dijamin dan diproteksi oleh BUMD maka ada monopoli BUMD. Maksud saya, monopoli  bukan negatif atau bukan mendistorsi pasar, tapi lebih kepada perlindungan petani Cengkeh dan Pala. Pengamatan kami selama ini, hasil petani cengkeh dan pala itu hanya diserahkan ke pasar begitu saja. Sehingga para pengusaha leluasa memainkan harga,” ulasnya.
Harapannya, BUMD segera diwujudkan diikuti dengan regulasi (Perda) untuk menjamin kelangsung dan kesejahteraan para petani komoditi di Maluku.
RABU, 07 Oktober 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...