Penutupan GOPAC, Perwakilan Ghana Minta Indonesia Dukung Ketua Baru

Ketua dan Pengurus Baru GOPAC
YOGYAKARTA — Konferensi anggota parlemen sedunia, GOPAC yang diselengarakn di Yogyakarta, 6-8 Oktober 2015, hari ini resmi ditutup, setelah dibacakannya deklarasi bersama yang berisi 20 butir kesepakatan di bidang pemberantasan korupsi. Utamanya korupsi besar atau grand corruption.
Selain menghasilkan 20 butir kesepakatan yang disebut The Yogyakarta Declaration, konferensi keenam organisasi parlemen sedunia juga menetapkan sejumlah pengurus baru. Seperti diketahui, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon terpilih secara aklamasi sebagai Ketua GOPAC. 
Fadli Zon dalam keterangan persnya mengatakan, korupsi adalah masalah besar yang di negara mana pun ada dan tidak bisa hanya diatasi oleh satu institusi saja. Maka dalam konferensi telah disepakati untuk memerangi korupsi terutama grand korupsi.
Sementara itu, perwakilan dari Ghana, Osei Kyei Mensah Bonsu mengatakan, di saat sulit sekarang ini ada harapan baru di bidang pemberantasan korupsi dengan terpilihnhya ketua baru GOPAC dari Indonesia. Bonsu mengatakan, korupsi itu seperti dinosaurus, sehingga tidak bisa diatasi oleh satu orang saja, betapa pun kuatnya orang itu. Korupsi menghabiskan sumber-sumber kehidupan, sehingga sangat mengancam kelangsungan hidup masyarakat dunia. 
“Karena itu, kita berharap semua pemimpin di Indonesia bisa membantu Ketua GOPAC sehingga mampu mengemban tugas berat dan mulia ini”, ujar Bonsu. 
Selain menghasilkan deklarasi bersama, dalam konferensi tersebut juga disampaikan rekomendasi tentang pembentukan lembaga peradilan korupsi internasional dan terus mengembangkan organisasi sehingga semakin kuat. 
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...