Penyelundupan Lobster Hidup Digagalkan Petugas Karantina Ikan Yogyakarta

Haryanyo menunjukan lobster
YOGYAKARTA — Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta menggagalkan upaya penyelundupan hasil perikanan jenis lobster ke Singapura. Pelaku mencoba mengelabuhi petugas dengan memasukkan ratusan lobster hidup ke dalam dua boks besar yang diberi label Lobster Segar.
Penyidik Stasiun Perikanan Kelas I Yogyakarta, Haryanyo mengatakan, ratusan lobster hidup itu dikirim melalui jasa ekspedisi Sarana Darma Langgeng dengan kemasan dua boks besar. 
“Petugas yang merasa curiga langsung memeriksa barang tersebut dan diketahui ternyata berisi lobster hidup,”katanya di Yogyakarta, Kamis (1/10/2015).
Haryanto mengatakan, selain tidak sesuai dengan dokumen pengiriman, tindakan itu juga melanggar UU No. 16/1992 dan UU No.31/2004. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 Milyar. 
“Sesuai undang-undang itu, lobster yang boleh dieksport minimal harus memiliki berat di atas 200 gram, sedangkan lobster yang kita tangkap ini beratnya justru kurang dari 100 gram”, jelasnya.
Guna pengusutan lebih lanjut, Stasiun Karantin Kelas I Yogyakarta menyita ratusan lobster hidup tersebut. Sementara itu dari dokumen yang ada, diketahui ratusan lobster hidup tersebut dikirim seorang warga Tempel, Sleman, Yogyakarta, berinisial H yang kini diburu petugas.
Pihak jasa ekspedisi sendiri mengaku tidak tahu-menahu perihal isi barang yang ternyata berisi lobster hidup. Eko Susanto, petugas jasa pengiriman mengatakan, sebelumnya barang itu dilaporkan sebagai lobster segar yang akan dikirim ke salah seorang pemilik restoran di Singapura. 
“Saya juga tidak mungkin mengecek barang karena sudah dikemas rapi”, akunya. 
Lobster yang akan diselundupkan
KAMIS, 01 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...