Peringati Hari Buruh Dunia, Pekerja Ajukan Sepuluh Tuntutan

JAKARTA — Ribuan anggota serikat pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Subang, Jawa Barat menggelar unjuk rasa didepan Istana Merdeka. Mereka menuntut Pemerintahan Jokowi-JK untuk menghapus sistim kerja kontrak dan outsourcing, Upah layak nasional dan RPP Pengupahan.
Dalam orasinya, Para pendemo juga mengaku kecewa dengan adanya union busting (pemberangusan hak berserikat) dan kriminalisasi anggota dan pengurus buruh.
“Tugas utama kaum buruh adalah menghapuskan segenap penjajahan di atas bumi, serta menghilangkan penindasan atas manusia oleh manusia lainnya,” ujar Yanto salah satu orator buruh saat berorasi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (03/10/2015).
Hari ini 3 Oktober, Kata Yanto, merupakan hari istimewa bagi kami, dikarenakan pada hari ini 70 tahun yang lalu lahirnya Organisasi Buruh Internasional, World Federation of Trade Unions (WFTU).
Dikatakan, Proklamasi kemerdekaan dan semangat pendirian WFTU juga berjuang untuk menghapuskan penindasan, menciptakan masyarakat yang hidup adil dan sejahtera.
“Namun, ternyata sampai saat ini kaum buruh dan juga rakyat banyak masih mengalami penindasan,”Ujar pendemo.
Mereka juga mengaku masih dijajah oleh kaum kapitalis dan Neoliberalisme yang terus menghisap darah dan tenaga kaum buruh di NKRI.
Dikatakan, para pendiri NKRI telah dibegal oleh sejumlah elit penguasa yang menjadi antek antek dari Penjajahan gaya baru (Neolib)
Semua dilakukan, sambung dia, demi menghamba pada pemodal asing, dengan dalih iklim investasi yang merupakan pokok utama dari bentuk ‘penjajah gaya baru’, jadi bukan untuk mensejahteraan rakyat. Hal tersebut membuat kaum buruh makin sengsara.
Konfederasi Aliansi serikat Buruh Indonesia (KASBI) melayangkan Sepuluh Tuntunan Buruh, (Sepultura):

  1. Hapus Sistem Sistem kerja Kontrak Outsourcing.
  2. Tolak Upah murah, Berlakukan upah layak nasional
  3. Tolak PHK, Union Busting dan Kriminalisasi Anggota dan pengurus Serikat buruh.
  4. Laksanakan hak hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran indonesia
  5. Tangkap dan adili pengusaha Nakal
  6. Jaminan sosial bukan asuransi sosial.
  7. Turunkan Harga BBM dan kebutuhan Pokok
  8. Pendidikan Dan kesehatan Gratis untuk Rakyat
  9. Tolak Privatisasi, bangun industri Nasional untuk Kesejahteraan Rakyat
  10. Tanah dan Air untuk Kesejahteraan.

Sebelum Membubarkan diri, Pendemo juga berjanji akan terus melakukan aksi Selama ‘Penjajahan Bentuk Baru’ belum musnah ditanah Air kita, NKRI.

SABTU, 03 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...