Persoalan Lahan Masih Jadi Kendala Penyediaan Rumah

Penandatangan MoU
BALIKPAPAN — DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyatakan, persoalan lahan masih menjadi kendala utama dalam merealisasikan sejuta rumah murah. 
” Lahan masih jadi kendala untuk realisasi rumah murah,” kata Ketua umum DPP Apersi Anton Santoso saat penandatanganan MoU antara pemerintah kota Balikpapan dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero), di kantor Pemerintah kota Balikpapan, Kamis (15/10/2015).
Anton menjelaskan, dalam penyediaan rumah masih terkendala pengadaan tanah yang bermasalah, sehingga walaupun ada dana subsidi dan pengembangnya mau membangun, namun supply rumah masih terbatas. 
Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah mendukung realisasi program sejuta rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dengan mempermudah perizinan dan meringankan biaya perizinan. 
” Kalo bisa ada kemudahan dalam pengurusan perizinan dan biaya perizinan yang ringan,” seru Anton.
Dia menambahkan dalam program sejuta rumah, Apersi sangat mendukung dan pengembang pun telah bersedia untuk berpartisipasi. 
Pada kesempatan yang sama, Wali kota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapkan SKPD bagian perizinan dapat melakukan terobosan yang dapat mempersingkat waktu perizinan. 
” Masa pengurusan perizinan kalo bisa satu bulan,” tandasnya.
Namun, dia mengharapkan pengembang yang akan melakukan pembangunan untuk lebih memperhatikan dalam membeli tanah. Dan pengembang juga dalam membangun juga harus memperhatikan tata ruang dan lingkungan hijaunya meskipun itu pembangunan perumahan murah. 
JUMAT, 16 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...