Polda Papua Petakan Daerah Rawan di Pilkada Serentak

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw
JAYAPURA — Kepolisian Daerah Papua memetakan beberapa daerah di 11 Kabupaten yang dianggap rawan dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015.
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan, daerah rawan diantaranya Kabupaten Yahukimo, memiliki 51 distrik serta letak geografis yang cukup jauh dan tidak memiliki sarana yang memadai sehingga memerlukan back up pengamanan dari TNI, dimana wilayah tersebut kerap terjadi gangguan keamanan dari kelompok sipil bersenjata.
Untuk Nabire, lanjutnya, masuk sebagai daerah rawan khusus, lantaran terdapat tujuh kandidat yang akan bersaing di bursa Pilkada nanti. Dari tujuh kandidat ini, dikatakan Jenderal Bintang Dua tersebut, ada dua kandidat didukung oleh partai politik, sementara lima kandidat lainnya didukung perseorangan dan suku-suku.
“Jadi masing-masing suku punya kandidat. Kemudian di Nabire juga ada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sering mengganggu sehingga ini menjadi atensi kami,” beber Waterpauw di Jayapura, Minggu (25/10/2015).
Sementara wilayah Kabupaten Supiori, dikatakannya, daerah tersebut merupakan wilayah rawan khusus karena banyak potensi dapat terjadi, yang disebabkan kondisi alam pada wilayah perairan.
“Di Supiori Barat ada sejumlah kepulauan seperti Mapia, Meosbifondi, Yamnaisu dan Aruri., Karena bulan Desember menjadi puncak ketinggian gelombang air pasang dan angin sehingga ini yang menjadi atensi khusus,” dijelaskannya.
  
Disebutkan, unntuk daerah aman kemudian rawan 1 rawan 2 masih bisa ditangani oleh Polri dan Brimob tapi kalau untuk rawan khusus pihaknya akan minta bantuan pengamanan dari TNI.
Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Waterpauw juga menginstruksikan polres setempat untuk dapat berkoordinasi dengan seluruh stok holder, termasuk masyarakat di 11 kabupaten yang akan ikuti Pilkada Serentak tersebut.
“Mulai dari sekarang kalau kita mau sukseskan Pilkada Desember 2015 nanti kita bersama pemerintah mengatur kegiatan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa mereka harus mendukung ini dengan baik dan tidak terprovokasi. Kita juga memberikan pengamanan dan pengawalan logistik hingga penyelenggaraannya terhadap gangguan kelompok bersenjata,” ujarnya.
MINGGU, 25 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...