Politeknik Negeri Balikpapan Terus kembangkan Prodi Tata Boga

Mahasiswa program studi tataboga sedang praktik
BALIKPAPAN — Politeknik Negeri Balikpapan yang berdiri sejak 2002 lalu terus mengembangkan satu dari empat program studi (prodi), yakni Tata Boga yang menjadi satu keunggulan karena hanya kampus tersebut yang memilikinya di Kalimantan Timur.
Sekretaris Jurusan Tata Boga Poltekba, Tuatul Mahfud menyebutkan, Pada umumnya, tata boga hanya dipelajari di sekolah menengah kejuruan (SMK). Namun waktu Wali Kota Balikpapan dijabat Imdaad Hamid, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) diminta membuat prodi yang mendukung pertambangan di Kaltim.
Sekjur tata boga Poltekba, Tuatul Mahfud
“Waktu itu selaku wali kota, Pak Imdaad menginginkan agar kami membuka program studi yang terkait dengan dukungan industri pertambangan batu bara di Kaltim. Makanya Poltekba punya program studi teknik mesin alat berat, teknik elektronika, teknil sipil. Tata boga merupakan salah satu yang juga dianggap mendukung industri pertambangan,” jelas Sekretaris Jurusan Tata Boga Poltekba Tuatul Mahfud, Senin (19/10/2015).
Ia menjelaskan, dalam perkembangannya, saat ini Prodi tata boga memiliki fasilitas penunjang praktik yang lengkap, yakni dapur selayaknya dapur restoran mewah atau perhotelan, restoran, bar, serta fasilitas pergudangan. 
Dengan demikian, mahasiswa akan mempelajari seluk beluk tata boga mulai dari tata kelola pasokan bahan makanan hingga ke penyajian makanan jadi ke meja tamu, sesuai dengan standar internasional mulai dari penyajian makanan pembuka, makanan utama, hingga ke makanan penutup.
Menu makanan yang menjadi tema pembelajaran pada program studi ini juga berganti-ganti tiap semesternya, mulai dari sajian oriental, sajian continental, dan sajian nusantara. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari pembuatan pastry dengan peralatan dan perlengkapan yang mumpuni. 
“Penyediaan fasilitas penunjang ini mulanya disediakan oleh Pemkot Balikpapan, setelah dinegerikan akhirnya ditunjang oleh pemerintah pusat secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan fasilitas yang diajukan oleh rektorat Poltekba,” terang Tuatul saat ditemui dikampus Politeknik Balikpapan.
Ia menyebutkan dari sisi kualitas pembelajaran yang diberikan juga tidak kalah dengan daerah lainnya. Mahasiswa juga diberikan terampil bahasa inggris untuk meningkatkan keterampilan bahasanya.
Sesuai dengan konsep pembelajaran politeknik, mahasiswa Poltekba mendapatkan porsi praktik sebanyak 70% dan pembelajaran teori sebanyak 30% dari total waktu belajar sepanjang semester. Dalam program studi tata boga, mahasiswa dibebankan 120 SKS, dengan jam belajar mulai dari pagi hingga sore hari.
Meskipun baru dinegerikan pada akhir September 2012, Poltekba tak main-main dalam menyediakan materi perkuliahan. Pendirian program studi tata boga bahkan dilaksanakan dengan kerjasama bersama Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Kurikulum yang disusun pun selalu disesuaikan dengan ketetapan pemerintah. 
Ke depan kampus program studi Tataboga akan dibangun lebih besar lagi untuk meningkatkan standartnya. Selain kampus juga akan dibangun hotel dibelakang kampus yang nantinya bisa digunakan untuk praktik mahasiswa sebelum mereka masuk ke dunia kerja. 
Mahasiswa program studi tataboga sedang praktik
SENIN, 19 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...