Polres Lampung Selatan Amankan Pembawa Senjata Api serta Ganja

Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, Kasatnarkoba Polres Lamsel Aiptu Rhoby Syahferry saat ekspos penangkapan tersangka pembawa senjata api dan ratusan kilogram ganja di Mapolres Lampung Selatan Rabu (28/10)
LAMPUNG — Tersangka pembawa satu pucuk senjata api rakitan diamankan anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Polres Lampung Selatan. Penangkapan tersangka berinisial AW (44) asal Sukaraja Banyumas Jawa Tengah tersebut dilakukan pada Senin (26/10). Selain senjata api diamankan juga 8 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Menurut Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, tersangka  diamankan anggota saat akan melintas di pelabuhan Bakauheni menggunakan kendaraan truck colt diesel. Dalam pengakuannya kepada polisi tersangka mendapatkan senpi tersebut dari JR, warga Prabumulih Sumatera Selatan.
“Berdasarkan catatan kepolisian tersangka beberapa kali melakukan tindak kejahatan dengan menggunakan senjata api dan belum kita ketahui apakah senjata api tersebut akan digunakan untuk aksi kejahatan lain,”ungkap AKBP Adi Ferdian di Mapolres Lampung Selatan, Rabu (28/10/2015).
Selain senjata api dari tersangka, jajaran Polres Lampung Selatan juga mengamankan dua tersangka lain pembawa narkotika jenis ganja. Tersangka berinisial TH (31) dan FS (32) diamankan berdasarkan pengembangan Satnarkoba Polres Lampung Selatan setelah sebelumnya berhasil mengamankan satu truk bermuatan narkotika jenis ganja di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan pada Selasa (29/9) lalu.
Pengiriman narkotika tersebut menggunakan truk cold diesel. Namun saat dilakukan pengamanan kedua tersangka kabur ke Provinsi Aceh dan berhasil di tangkap di Aceh Timur pada tanggal (26/10) di Desa Geubang Kabupaten Langsa.
Tersangka membawa barang haram tersebut menggunakan truk dengan memasukkan ke dalam 22 karung berisikan 837 paket dengan berat keseluruhan 790 kilogram. Untuk mengelabui polisi, tersangka menutupi karung ganja dengan sekam padi, dedak serta kunyit.
“Upah untuk mengirim barang haram tersebut sebesar Rp90 juta  setelah sampai ditempat tujuan di Merak Banten dan akan ada yang mengambil namun belum sampai di tujuan barang ditinggalkan,”ungkap Adi Ferdian di Mapolres Lampung Selatan Rabu (28/10/2015).
Seperti diberitakan CDN sebelumnya, berdasarkan penemuan mobil truk bermuatan ganja tersebut, polisi melakukan pengejaran terhadap sang supir, TH pun ditangkap di kampung halamannya di dusun Sukaraja, kecamatan Langsa Baro, Aceh Timur. Selain menangkap supir, polisi juga menangkap pemilik kendaraan berinisial FS (32 tahun) ditempat yang sama. Meski dijanjikan upah 90 juta namun tersangka mengaku baru menerima 10 juta rupiah dari sang pemilik ganja yang kini masih diburu polisi.
Menurut polisi, keberhasilan dalam menggagalkan pengiriman ratusan kilogram narkotika tersebut berdampak baik bagi masyarakat.
“Sedikitnya 3,9 juta orang dijauhkan dari penggunaan ganja tersebut, dengan asumsi satu gram ganja digunakan oleh lima orang pemakai,” ujar Kapolres didampingi Kasatnarkoba Polres Lamsel Aiptu Rhoby.
Akibat perbuatannya polisi bakal menjerat para tersangka dengan pasal 114, 115 dan 111 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan pidana penjara seumur hidup dan denda 13 milyar rupiah.
RABU, 28 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...