Potret Kehidupan Petani Garam Dilihat dari Karya Fotografi HMJF

MALANG — Kehidupan petani garam di Madura yang cukup memprihatinkan banyak mengundang simpati dari berbagai kalangan, tidak terkecuali dari para photografer di Malang. Bertempat di taman Trunojoyo Kota Malang, Himpunan Mahasiswa Jurnalistik dan Fotografi (HMJF) Universitas Kanjuruhan Malang menggelar pameran fotografi dan jurnalistik.
Pameran fotografi yang rutin di gelar setiap tahun oleh HMJF, pada tahun ini mengangkat potret kehidupan petani garam di Madura, tepatnya di daerah Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang.
Direktur HMJF, Aji Sudrajat menjelaskan, bahwa tahun ini sengaja mengangkat kehidupan petani garam di Madura sebagai objek bidikan kamera, agar masyarakat Indonesia mengetahui, meskipun di Madura merupakan sentra petani garam terbesar di Indonesia, tetapi ternyata kehidupan masyarakat disana khususnya petani garam masih sangat lemah dan masih banyak yang kekurangan.
“Ini lo di Indonesia kita punya tambang garam besar di Madura, tapi kenapa kehidupan masyarakatnya justru kekurangan. Meskipun kami tidak bisa banyak membantu, setidaknya kami bisa membantu mereka dengan karya kami,” jelasnya. Hal tersebut yang ingin kami sampaikan melalui pameran fotografi ini.
Dengan adanya pameran fotografi ini, diharapkan masyarakat bisa tergugah atau mungkin ada pejabat setelah melihat pameran ini bisa bertindak secara konkrit menindaklanjuti kehidupan petani garam di Madura, harapnya.
Aji juga menjelaskan bahwa di Madura dia bersama kawan-kawannya tidak hanya sekesar hunting foto tetapi juga langsung terjun menemui dan mewawancarai petani garam dan aktivis yang ada disana. Menurut Aji, kendala yang kini di hadapi oleh para petani garam adalah banyaknya garam impor yang masuk ke Indonesia dan penyalahgunaan garam impor.
“Yang dimaksud penyalahgunaan garam impor disini adalah bahwa seharusnya garam impor yang masuk ke Indonesia hanya untuk industri bukan untuk konsumsi. Tetapi kenyataannya pada beberapa tahun ini banyak garam impor yang masuk ke konsumsi sehingga membuat harga garam mereka menjadi turun. Harga satu Kilogram garam hanya dihargai 300-350 Rupiah,” terangnya.
Aji kemudian menjelaskan bahwa pameran ini di gelar di tiga tempat. Hari Senin-Kamis diadakan di Kampus Universitas Kanjuruhan Malang, hari Sabtu diadakan di sini di Taman Trunojoyo dan beso hari Minggu juga akan diadakan di Car Free Day di Jalan Ijen.
“Terdapat sebanyak 39 karya fotografi dari 8 photografer dari HMJF yang di pamerkan,” tutupnya.

SABTU, 03 Oktober 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...