Puluhan Massa KAMMI Yogyakarta Gelar Unjukrasa Bencana Asap

Aksi KAMMI di Tugu Yogya
YOGYAKARTA — Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa kembali digelar di Tugu Pal Putih Kota Yogyakarta, Rabu (14/10/2015). Massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Yogyakarta tersebut menuntut pemerintah agar lebih cepat mengatasi bencana asap di Sumatera dan Kalimantan. Mereka menilai, kejadian sudah memprihatinkan dan bahkan membahayakan bagi mereka yang terdampak.
Puluhan massa KAMMI berkumpul di Tugu Pal Putih Yogyakarta mmbentuk barisan melingkar mengelilingi Tugu sambil membawa poster beragam tulisan di antaranya Save Sumatera, Save Kalimantan dan sebagainya. Aksi massa yang merupakan gabungan berbagai mahasiswa perguruan tinggi se-DIY tersebut digelar sebagai aksi solidaritas terhadap bencana asap di Sumatera dan Kalimantan. Sebuah aksi teatrikal menggambarkan peristiwa bencana asap pun digelar untuk menghadirkan susana bencana.
Muhammad Ridlo, koordinator aksi mengatakan, unjukrasa diadaan sebagai upaya lanjut dari aksi sebelumnya untuk mendorong pemerintah agar lebih cepat mengatasi bencana asap di Sumatera dan Kalimantan. Ridlo megaskan jika bencana asap yang telah terjadi selama kurang lebih dua bulan ini, telah memberikan kerugian besar bagi kesehatan, lingkungan dan pendidikan masyarakat terdampak.
Ridlo menyebut, bencana asap yang terjadi di Sumatera telah menyebabkan sebanyak 25,6 Juta jiwa mengalami gangguan kesehatan dan 6.762 warga Sumatera mengalami infeksi saluran pernafasan. Di sektor pendidikan, katanya, setidaknya selama 3 minggu kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah di Pekan Baru, Riau, terpaksa diliburkan.
“Belum lagi dampak ekonomi dan kerusakan lingkungan. Karen itu, kami mendesak agak pemerintah bisa lebih serius dan lebih cepat mengatasi bencana asap itu”, ujarnya.
Diakui Ridlo, selama ini pemerintah memang telah melakukan berbagai upaya termasuk bekerja sama dengan negara lain seperti Malasyia. Namun, aksi tetap dilakukan sebagai upaya mengetuk kepedulian masyarakat atas terjadinya bencana asap, antara lain dengan penggalangan dana yang akan disalurkan melalui Kami Reaksi Cepat (KRC), yakni tim rescue KAMMI.
“Tapi hal penting dari aksi kami adalah mendesak pemerintah dan mempertanyakan, apakah regulasi pemerintah terkait pembukaan lahan yang melarang pembakaran hutan sudah dilakukan tanpa pandng bulu”, tegas Ridlo.
Aksi massa KAMMI DIY juga menuntut agar pemerintah mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual pelaku pembakaran hutan, memperketat izin pembukaan lahan hutan, mendesak pemerintah untuk lebih serius menyelesaikan masalah asap, baik dari recovery lahan maupun penanganan korban dampak bencana asap. 
Aksi teatrikal

demo asap KAMMI
RABU, 14 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...