Ranah Teater Pentaskan ‘CATI’ di Ladang Tari Nan Jombang

Latihan pementasan Cati di Ladang Tari Nan Jombang, Sabtu  3 Oktober 2015
PADANG — Setelah melaksanakan proses semenjak Januari 2015 lalu, pementasan Cati dari Ranah Teater akan dipentaskan di Ladang Tari Nan Jombang Balai Baru Senin (5/10/2015). Pertunjukan seni yang mendapatkan hibah seni inovatif dari Yayasan Kelola ini, juga akan dipentaskan di Rumah Gadang Suku Bendang Sungai Tarab Batusangkar pada 9 Okotber 2015. Kedua pementasan akan berlangsung pada pukul 20.00 WIB.
Menurut penulis dan sutradara, Pinto Anugrah, naskah ini bercerita tentang tokoh di Minangkabau yang luput dari pandangan banyak orang, Cati Bilang Pandai. Dalam pandangan lulusan master di Universitas Gadjah Mada ini, Cati merupakan tokoh yang tersuruk (tersembunyi) dari sejarah. Tidak banyak yang membahasnya. Terkesan misterius. Padahal, ia tokoh intelektual dalam Tambo Minangkabau.
“Saya malah bercuriga, jangan-jangan sejarah Minangkabau yang berbentuk lisan itu pertama-tama ‘diciptakan’ Cati,” ujarnya saat gladi resik pertunjukan Minggu (4/10/2015) malam di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru Kuranji, Kota Padang.
Namun, tak lantas ia menceritakan tokoh ini dari sudut kehebatannya saja. Cati malah akan dibenturkan dengan realitas hari ini. Dalam pementasan itu, ia akan mempertanyakan kehadiran Cati di dunia ini.
Untuk pementasan ini, Pinto hanya akan memakai empat pemain. Di awal latihan, ada enam pemain. Berlalunya proses, tinggal empat pemain yang konsisten mengikuti latihan.
“Kami latihan tiga kali seminggu,” ujar Roby Satria, aktor dalam pementasan itu. “Sekali waktu bisa enam kali seminggu,” katanya.
Pimpinan Produksi, Fariq Alfaruqi,  mengundang penonton dan pemerhati pertunjukan untuk menyaksikan pementasan. Rencananya, usai pertunjukan, diskusi akan dilangsungkan.
“Kami ingin mendapat perbaikan yang konstruktif untuk pertunjukan ke depan,” ujar Fariq.
Pertunjukan ini merupakan produksi ketujuh dari teater yang berdiri sejak 2007 ini. Dan ini untuk pertama kalinya mendapat hibah dari Kelola.
“Sangat sedikit, bahkan dibanding grup teater yang muncul sesudah kami. Tapi, kami mencoba untuk mengejar kualitas,” kata penyair yang diundang Festival Salihara akhir Oktober mendatang. 
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...