Ratusan Masyarakat Adat Bayan Belum Memiliki Akta Nikah

Masyarakat adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara NTB saat menghadiri acara dialog masyarakat adat dengan media massa 
MATARAM — Selain masih dipandang sebelah mata dan mendapatkan perlakuan diskriminatif, dari sisi pelayanan publik yang didapatkan masyarakat adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara NTB juga masih sangat buruk, khususnya terkait kepemilikan akta nikah dan akta kelahiran termasuk juga KTP.
“Jumlah masyarakat adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang belum memiliki akta nikah sampai sekarang sebanyak 730 orang yang terbagi atas 602 kepala keluarga Desa Bayan dan 128 kepala keluarga Desa Karang Bajo,” kata peneliti lain program peduli masyarakat adat NTB, Iwan Tanjung Sutarna, Sabtu (17/10/2015).
Iwan menyebutkan, dampak dari belum adanya kepemilikan akta nikah dari ratusan warga masyarakat adat Bayan tersebut, di mana warga mengalami kesulitan melakukan pengurusan akta kelahiran anak, akses bantuan maupun layanan sosial menjadi sulit, termasuk kesulitan mengurus bantuan atau pinjaman perbankan.
Ia menambahkan, banyaknya warga masyarakat adat Bayan yang belum memiliki akta nikah selain karena akses dari pusat pemerintahan jauh, dari sisi akses informasi termasuk sosialisasi terkait mekanisme dan tatacara pengurusan akta nikah juga sangat minim dilakukan pihak Kantor Urusan Agama.
“Sosialisasi yang dilakukan Pemkab Kabupaten Lombok Utara, khususnya pihak KUA sangat minim termasuk juga di dalamnya terkait dengan proses administrasi yang berbelit – belit dan memakan waktu lama,” ungkapnya.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, Desa Bayan saja masyarakat yang tidak memiliki akta nikah didominasi pasangan suami istri dari pernikahan pertama, sementara di Desa Karang Bajo didominasi pasangan suami istri dari pernikahan kedua.
Terpisah, salah satu staf Desa Bayan yang turut hadir dalam acara tersebut, Sukati mengatakan, pengurusan surat pembuatan akta nikah di tingkat Desa sebetulnya tidak ada masalah, kesulitannya justru terletak pada petugas pencatatan akte nikah dan pencetakan di KUA.
SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...