Ratusan Pelanggaran Terjaring Operasi Zebra Krakatau 2015

LAMPUNG — Operasi Zebra Krakatau 2015 yang berlangsung memasuki hari sejak Kamis 22 Oktober lalu masih akan berlangsung hingga tanggal 4 November mendatang. Intensitas operasi Zebra yang digelar oleh Polres Lampung Selatan bahkan melakukan razia di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di depan Masjid Agung Kalianda, Lampung Selatan.
Beberapa kendaraan yang melintas tanpa terkecuali, baik pengguna kendaraan roda dua, roda empat dihentikan untuk diperiksa kelengkapan surat surat kendaraan serta kelengkapan pengendara. Upaya tersebut merupakan langkah untuk menekan angka kecalakaan dan pelanggaran berlalu lintas terus dilakukan jajaran satuan lalulintas (satlantas) Polres Lampung Selatan (Lamsel).
Menurut mewakili Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto SIK melalui kepala operasi Zebra, Aiptu Zumarsono menyebutkan, operasi yang sudah dilakukan beberapa hari tersebut sudah menjaring beberapa pengguna kendaraan yang melanggar aturan lalulintas di jalan raya.
“Kami masih akan menggelar Operasi Zebra Krakatau yang masih akan berlangsung selama dua pekan ke depan, mulai 22 Oktober hingga 4 November mendatang,”ungkapnya saat dikonfirmasi media Cendana News, Senin (26/10/2015).
Ia mengungkapkan, selama dua hari menggelar operasi, tercatat sebanyak 200-an lebih pelanggar lalu lintas yang terjaring karena melanggar lalulintas baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun truck dan trailer.
“Dari pelanggar motor rata- rata tidak menggunakan helm, ada juga pengendara yang tidak membawa kelengkapan berlalulintas,” jelasnya.
Dalam Operasi Zebra Krakatau ini, sambung Sumarsono, pihaknya akan mengutamakan penindakan dan penekanan terhadap para pelanggar lalu lintas.
“Sebelumnya, saat operasi simpatik, kita kedepankan upaya sosialisasi kesadaran lalulintas. Tetapi saat operasi Krakatau ini kita kearah penindakan pelanggar lalulintas untuk diberikan efek jera,”tegasnya.
Uniknya dari pantauan media CDN  saat proses razia berlangsung, lokasi jalan yang berada dekat dengan kompleks kantor pemerintahan bupati Lampung Selatan tersebut beberaoa pengguna jalan beberapa diantaranya pegawai negeri Sipil (PNS) pun ikut terjaring razia. Bahkan beberapa minta agar dilepaskan meski terbukti tidak mengenakan helm dan beberapa diantaranya tak membawa surat kendaraan yakni STNK.
“Ada beberapa tadi yang minta dilepaskan namun karena memang tidak memakai perlengkapan kendaraan ya terpaksa kita tindak dengan tegas dan tidak ada pilah pilah,”ungkap Sumarsono.
Ia menghimbau agar pengguna kendaraan apapun yang melintas di jalan raya bisa melengkapi surat surat serta pengguna kendaraan bisa mematuhi aturan lalulintas di jalan raya.

SELASA, 27 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...