Ray Rangkuti: Kinerja Kejaksaan Agung Melenceng dari Nawacita Jokowi

Ray Rangkuti
JAKARTA — Aktivis Koalisi Masyarakat Antikorupsi, Ray Rangkuti Menilai Jaksa Agung, HM Prasetyo gagal memberantas korupsi serta sukar lepas dari konspirasi politik.
Menurutnya kursi Jaksa Agung yang berasal dari partai tertentu, itu secara otomatis sudah meimbulkan konflik kepentingan politik, yang jelas ada di dalam jabatan Jaksa Agung saat ini.
“Kinerja Kejaksaan Agung saat ini sudah melenceng jauh dari program nawacita Joko Widodo,” Ujar Ray di Jakarta, kamis (08/10/2015).
Pendiri Lingkar Madani Indonesia (LMI)ini menyebut Jaksa Agung dan Jaksa Agung muda bidang pidana khusus terbukti Mandul melaksanakan program Nawacita.
Dirinya juga mengatakan bahwa keberadaan Satgasus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3PTK) tidak optimal. Masih banyak kasus korupsi kelas kakap tidak tersentuh bahkan dibiarkan begitu saja oleh Kejagung.
“Jadi menurut saya, kinerjanya merosot, tidak transparansi dalam keterbukaan informasi publik penanganan kasus, internal kepemimpinan itu juga sangat tidak berkualitas,” katanya.
Ray mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih kasus-kasus korupsi kakap yang mandeg ditangani Kejagung. Sebab, jika tidak dilanjutkan penangannnya jelas merugikan negara triliunan rupiah.
Dia mencontohkan, konflik kepentingan politik sulit ditutupi dalam kasus pemindahan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ke Lapas Serang yang beraroma politik. Sebab istri Wawan yakni Airin adalah Calon Kepala Daerah yang diusung partai Nasional Demokrat (NasDem).
“Kan ada kasus yang menyangkut kepala daerah, sekarang dihentikan oleh kejagung sementara, jelang Pilkada serentak 2015, Nah Ini kemunduran besar buat Kejaksaan,” tutupnya.
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...