Realisasi BBM Industri Non Susbisi di Kalimantan Capai 85 Persen

ales Executive Industrial I Fuel Marketing Region VI Ferry Pasalini
BALIKPAPAN — Sales Excecutive Industrial I Fuel Marketing Region VI, Ferry Pasalini menyebutkan, target penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri non subsidi di Kalimantan tahun ini sekitar 5 juta KL. Dan realisasi sampai kini sudah mencapai 85 persen. 
“Masih ada 15 persen yang mesti dikejar sampai akhir tahun ini. Optimis akan tercapai meskipun tambang batu bara lagi turun,” kata saat acara Media Visit Pertamina 2015 di Balikpapan.
Ia menjelaskan penjualan BBM industri di Kalimantan sendiri mencapai 45 persen dari seluruh penjualan BBM industri seluruh Indonesia. Meski diakui melemahnya industri pertambangan batu bara di Kalimantan cukup mempengaruhi penjualan produk Pertamina non subsidi itu. 
“Target penjualan itu turun sekitar 10 persen dari tahun lalu. Konsumen utama kami banyak berasal dari industri pertambangan batu bara. Saat ini realisasi penjualan BBM industri sudah mencapai sekitar 85 persen,” terangnya.
Untuk mendongkrak penjualan BBM industri tersebut pihaknya membuat program reward kepada konsumen bahan bakar minyak untuk sektor industri dan kemaritiman. Namun syaratnya konsumen membeli BBM industri dalam jumlah tertentu, kemudian akan diberikan reward berupa produk Pertamina lain sesuai kebutuhan.
“Sampai dengan akhir tahun, perseroan menargetkan sebanyak enam perusahaan dapat tergabung dalam program ini. Saat ini sudah ada tiga perusahaan yang mengikuti program ini, dengan total pembelian BBM industri mencapai 1.020 KL per bulan,” ungkap Ferry.
Lanjutnya, saat ini perusahaan yang telah mengikuti program ini adalah PT Pelayaran Bahari Mas dan PT Singlurus. Dan Provinsi Kalimantan Timur berkontribusi yang cukup besar pada penjualan BBM Industri ini.
Adapun target penjualan BBM industri dalam program reward ini dipatok sampai dengan 1.000-1.500 ton per bulannya. Reward yang diberikan Pertamina tak hanya dalam bentuk pelumas, namun juga bisa berupa voucher pembelian bahan bakar khusus (BBK).
JUMAT, 30 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...