Sembilan Bulan di Perbatasan, Prajurit 3 Yonif Kembali ke Kota Asalnya

Prajurit yang akan pulang ke kampung asal setelah bertugas di perbatasan
JAYAPURA — Tiga batalyon infanteri (Yonif) dan Brigif 13/ Galuh dengan total 1.400 personil, hari ini diberangkatkan gunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Hading. Ribuan prajurit TNI tersebut resmi meninggalkan tugas operasi menjaga keamanan di wilayah Papua dan Papua Barat, khususnya di perbatasan RI-PNG. 
Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, persosil ini sudah bertugas sembilan bulan lamanya. 
“Mereka akan kembali ke home base masing-masing, ada yang ke Jawa Barat, Semarang dan ada yang ke Padang, Sumatera Barat,” kata Siburian usai melepas personil tersebut, Senin (05/10/2015).
Personil sudah digantikan dengan satuan yang telah datang beberapa hari yang lalu, menurutnya, tugas pokok mereka menjaga wilayah perbatasan negara RI dan PNG, disektor utara. 
“Kami menyampaikan hormat dan terima kasih yang sudah melaksanakan tugas dengan baik dengan menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah kita dan melindungi rakyat kita,” ujarnya.
Yonif yang telah selesai bertugas ini, lanjutnya, antara lain Yonif 323/Raider, Yonif 400/Raider, Yonif 133/Yudha Sakti dan Brigif 13/Galuh Kostrad, Jawa Barat.
“Yang paling jauh ini, yang ke padang. Selama dua minggu tempuh perjalanan ke sana gunakan kapal ini,” katanya.
Sebelumnya, 28 September lalu sebanyak 450 personil dari Batalyon Infanteri (Yonif) 411/Raider Kostrad, 450 personil dari Yonif 406/ Candra Kusuma Kodam IV, 450  personil dari Yonif Linud 431/Satria Setia Perkasa (SSP) Kostrad, dengan Komando Sektor (Kosektor) Brigif VI Kostrad, dengan total personil sebanyak 1.400 personil tiba di pelabuhan Jayapura untuk melakukan tugas mengamankan wilayah perbatasan RI-PNG di Papua dan Papua Barat.
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...