Seringnya Pemadaman Listrik, Rugikan Usaha Masyarakat

Kerupuk kubang, sebuah indistri rumahan di Sawahlunto yang butuh listrik untuk pengolahan


PADANG — Pemadaman listrik yang tidak memiliki jadwal tetap, membuat masyarakat yang menggantungkan usahanya pada listrik harus mengurut dada dan menerima kenyataan bahwa mereka harus merugi hingga puluhan juta rupiah.
Masyarakat yang merasa dirugikan itu, antara lain, pengusaha fotocopy, rental komputer, pengusaha konveksi, peternak ayam dan hingga industri rumahan yang tergantung dengan listrik.
Nedi, salah seorang pengusaha fotocopy di Kota Payakumbuh, menyatakan. Ia merugi jutaan rupiah, untuk melakukan perbaikan pada dua mesin fotocopynya.
“Sudah dua minggu kebelakang, PLN, seenaknya saja memadamkan listrik, dan itu tanpa pemberitahuan,” gerutu Nedi, Senin (26/10/2015) siang.
Lain halnya dengan Romi, pengusaha konveksi asal Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam ini, bahkan hampir gulung tikar dan kehilangan pelanggan.
“Kalau di Agam ini, bisa mati lampu sampai tiga kali dalam sehari. Padahal untuk menghidukan mesin pemotong kain dan mesin pemasang buah tembak, itu butuh waktu setengah jam lebih, sudah banyak pesanan pelanggan yang telat dari jadwalnya,” ujar Romi.
Sementara itu, di Kabupaten 50 Kota, Kecamatan Payakumbuh, Nagari Taeh Baruah. Para peternak ayam merasakan kerugian yang luar biasa, bahkan mereka harus menghidupkan jenset setiap hari. Karena tidak ada kepastian jadwal pemadaman listrik.
Deny, salah seorang peternak ayam. Terpaksa harus membeli bahan bakar minyak untuk jensetnya. Menurut Deny ia harus mengeluarkan biaya sekitar 100.000 untuk satu hari operasi.
“Kalau sampai lampunya mati, ayam-ayam bisa stres, dan telur bisa tidak menetas jika lampu mati hidup-mati hidup. Kami harus menghidupkan jenset, mau bagaimana lagi, daripada rugi jutaan,” beber Deny.
Hal serupa juga menimpa usaha rumahan di Kota Sawahlunto, Sseperti yang diungkapkan oleh pembuat kerupuk kubang, Jasmi (56). Disebutkan, karena pemadaman sering terjadi menghambat operasionalnya terutama dalam mengolah bahan baku.
“Selain kabut asap yang membuat proses penjemuran jadi lama, sering padamnya listrik juga membuat proses pengerjaannya jadi tertunda,”sebut Jasmi.
Sementara itu, Humas PLN Sumatera Barat (Sumbar), Ridwan. Menyatakan bahwa pemadaman listrik bergilir ini akan berlangsung hingga akhir Oktober. Namun, untuk listrik yang mati tanpa pemberitahuan yang sempat terjadi pagi di beberapa wilayah sumatera barat belum ada tanggapan.

SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : ME. Bijo Dirajo
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...