Setya Novanto : Grand Corruption Berdampak Langsung Kepada Pemenuhan Hak Asasi Manusia

Setya Novanto memukul gong sebagai tanda GOPAC resmi dibuka
YOGYAKARTA — Selasa (6/10/2015), Global Conference of Parliamentary Against Corruption (GOPAC) bertempat di Hotel Ambarukmo Yogyakarta, diadakan sebagai upaya pemberantasan grand coruption secara global internasional, oleh ratusan anggota dan mantan parlemen di dunia. Hadir dalam Konferensi GOPAC, (Baca : Setya Novanto Resmi Membuka Penyelenggaraan GOPAC di Yogyakarta)
Konferensi GOPAC resmi dibuka hari ini oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto. Yang sebelumnya diawali dengan serangakian kata sambutan antara lain dari Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan yang datang mewakili Presiden Joko Widodo. Sambutan dari Ketua DPR RI serta wakilnya dan Nurhayati Ali Assegaf. 
Konferensi GOPAC yang digelar untuk keenam kalinya ini merupakan sebuah upaya besar pemberantasan grand coruption yang kian mmprihatinkan. Setya Nivanto dalam sambutannya mengatakan, grand coruption bukan kejahatan biasa, karena dalam kasusnya melibatkan para pengambil kebijakan dan sulit tersentuh hukum. 
Menurutnya, Grand coruption berdampak langsung kepada pemenuhan hak asasi manusia, meliputi pendidikan, kesehatan dan kesekahteraan rakyatdapat pendidikan. Grand coruption yang juga sering melibatkan asing, membuat upaya pemberantasan korupsi secara internasional menjadi sangat penting.
“Sebagai bagian dari GOPAC, Indonesia yang sejak tahun 2012 telah mmbentuk GOPAC Indonesian Chapter dan bergabung dengan SEAPAC memiliki keterkaitan kuat untuk mendorong agar pelaku grand coruption bisa diadili secara universal”, ujar Novanto.
Konferensi GOPAC yang dihadiri delegasi dari 74 negara, 4 ketua parlemen, 5 wakil ketua parlemen dan 250 peserta terdiri dari anggota dan observer, akan berlangsung hingga 8 Oktober 2015.

SELASA, 6 OKTOBER 2015
Jurnalis : Koko Triarko
Foto : Koko Triarko
Lihat juga...