Shalat Istisqa, Ribuan Warga Padati Lapangan Bumigora NTB

Gubernur NTB menggunakan selendang nampak ikut melaksanakan shalat istiskoq di lapangan Bumogora Mataram
MATARAM — Musim kemarau panjang yang telah mengakibatkan bencana kekeringan, gagalnya ribuan hektar tanaman pertanian padi masyarakat, krisis air bersih dan bencana kebakaran hutan mengundang keperihatinan kalangan tokoh agama dan masyarakat termasuk kalangan pemerintahan Nusa Tenggara Barat.
Karena itulah pada senin 30 Oktober 2015, ribuan masyarakat dari unsur pemerintahan, pelajar, tokoh agama dan warga memadati lapangan Bumi Gora Mataram untuk melaksanakan shalat meminta hujan (istisqa).
“Musim kemarau dan kekeringan yang terjadi sekarang sudah cukup lama dengan cuaca cukup panas, karena itulah melalui kegiatan shalat meminta hujan bersama para tokoh agama, kita harapkan hujan akan turun, supaya kekeringan dan krisis air bersih yang dialami sebagian masyarakat bisa segera berakhir,” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi di Mataram, Jumat (30/10/2015).
Dikatakan, shalat istisqa juga dilakukan supaya penderitaan saudara – saudara yang saat ini dilanda bencana asap akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan bisa segera berakhir dengan turunnya hujan, karena bagaimanapun bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa, termasuk juga ancaman gunung meletus.
“Harapannya melalui shalat istisqa sekarang, hujan akan bisa segera turn, supaya semua bencana kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan bisa segera berakhir,” katanya.
Berdasarkan data terahir Dinas Pertanian sendiri, kekeringan yang terjadi dan melanda Kabupaten di NTB telah mencapai 300 Desa, dengan jumlah dusun mencapai 938 dusun.
JUMAT, 30 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...