Sikapi Potensi Gagal Panen, BPBD Manggarai Tunggu Data Dinas TPH

FLORES — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, masih menunggu data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) setempat untuk menyikapi dampak buruk kekeringan yang telah melanda daerah tersebut selama beberapa bulan terakhir. Terjadinya kekeringan yang cukup panjang diasumsikan akan berakibat pada banyaknya lahan pertanian warga yang mengalami gagal tanam dan gagal panen.
Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat, kepada Cendana News mengatakan, pihaknya membutuhkan data dari Dinas TPH untuk bisa mengambil sikap terhadap kemungkinan terjadinya hal ini. Penanganan terpadu dengan dinas terkait lainnya sangat diperlukan dalam rangka memperoleh data yang objektif untuk membangun sistem penanganan yang efektif dan tepat sasar.
“Untuk kekeringan lahan, kami memang telah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Maksudnya, karena mereka yang punya kaki-tangannya di lapangan, yaitu tenaga PPL. Ya, PPL ‘kan ada di setiap kecamatan. Harapan saya, pendataan itu dilakukan pihak mereka dengan sungguh-sungguh. Kita tidak mau beri bantuan kepada orang yang salah, sehingga perlu data yang komprehensif,” ungkap Anglus di ruang kerjanya, Kamis (08/10/2015).
Terkait dengan sikap yang kemudian bakal diambil oleh pihaknya, Anglus mengakui hanya akan memberikan penanganan berupa bantuan tanggap darurat. Hal tersebut dilakukannya dengan membangun koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
“Setelah lakukan verifikasi, kami akan meneruskan lagi data tersebut ke Dinas Sosial. Nanti bantuannya mereka yang keluarkan. Yang diberikan itu bukan ganti rugi, ya. Sifatnya tanggap darurat. Jenis bantuannya berupa bahan sembako sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Seluruh proses sekarang masih di pihak Dinas TPH,” jelas Anglus.
Anglus mengklaim, dampak masalah kekeringan di daerahnya pada tahun ini terhitung lebih parah daripada yang terjadi sebelumnya. Dirinya berharap, seluruh wilayah di Manggarai bisa segera diguyur hujan.
“Kalau kita lihat, banyak lahan mengalami gagal tanam, gagal tumbuh dan gagal panen. Kekeringan tahun ini kelihatannya lebih panjang. Sebelumnya terjadi, tapi dampaknya tidak separah ini. Tapi puji Tuhan, sekarang sudah ada tanda-tanda hujan, walaupun belum merata,” ujarnya.
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...