Siswa SMK Kehutanan Riau Belajar Pembibitan Modern di Lampung

Belajar mengolah tanah untuk pembibitan
LAMPUNG — Sebanyak 92 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan asal Provinsi Riau disebar di berbagai wilayah untuk belajar tentang kehutanan. Proses belajar tersebut merupakan bagian Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk mengaplikasikan ilmu. Sebanyak 92 siswa tersebut tersebar di beberapa pusat pembelajaran, pembibitan, perkebunan, kehutanan di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung.
Menurut salah satu siswa yang belajar di Persemaian Permanen Lampung yang berada di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Adit, ia baru sekitar dua hari di pusat persemaian terbesar di Lampung tersebut. Ia bersama dua rekannya yang masih duduk di kelas IX yakni Cindy dan Diki akan belajar di Pusat Persemaian tersebut hingga akhir Desember akhir tahun ini.
“Kami akan banyak belajar tentang tekhnik media semai cetak, pengolahan bahan untuk media tanam serta pengelolaan tata kehutanan yang selama ini hanya ditemui dalam pelajaran di bangku sekolah,”ungkap Adit sambil mempersiapkan cocopeat dari serbuk sabut kelapa untuk media semai cetak, saat berbincang dengan Cendananews, Jumat (23/10/2015).
Ketiganya mengaku sedang belajar mencampurkan cocopeat (serbuk dari sabut kelapa), bekas kotoran gajah yang diambil dari Taman Nasional Way Kambas, pupuk, tanah liat serta media semai cetak lain. Bahan bahan tersebut akan dipergunakan untuk media semai cetak yang sebelumnya dipelajari dari buku panduan.
Adit mengaku, dari sekian siswa yang belajar di SMK Kehutanan Pekanbaru tepatnya di Panam, Riau ketiganya merupakan siswa dari Provinsi Lampung. SMK Kehutanan pekanbaru yang merupakan rintisan sekolah bertaraf internasional tersebut menyebar siswanya untuk belajar di beberapa Provinsi. Adit dan ketiga rekannya mengaku kesempatan belajar di pusat persemaian terbesar di Lampung tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengetahui proses pembuatan bibit yang akan dipergunakan untuk penghijauan.
“Saat ini isu kebakaran hutan terutama di Riau, Jambi masih cukup marak dan mudah mudahan dengan belajar pembibitan nantinya bisa diterapkan di Riau untuk mereboisasi wilayah yang terbakar,”ungkapnya.
Ketiganya mengaku belajar mulai dari hal hal administratif pengelolaan Persemaian Permanen Lampung yang dikelola Kementerian Kehutanan cq. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih-Way Sekampung Provinsi Lampung, serta melakukan praktek langsung cara membuat bibit.
“Belum semua bagian di pusat pembibitan ini kami jelajahi sebab luas keseluruhan mencapai delapan hektar sesuai peta yang ada, namun nantinya akan kami jelajahi semua sambil belajar,”ungkap Adit.
Saat ini Adit dan kedua rekannya banyak belajar dari pekerja yang membuat media semai cetak mulai dari pemilihan bahan hingga pencetakan dan meletakkan benih yang akan disemai di Pusat Persemaian Permanen Lampung tersebut. Beberapa bibit yang akan disemai diantaranya benih Sengon, Jengkol, Pelam, Pala serta berbagai tanaman lain.
JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi 
Foto            : Henk Widi 
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...