Soeharto Membuat Tradisi Baru KTT APEC Melalui Batik


CATATAN JURNALIS—Sejarah batik di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.
Kesenian batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan dan raja-raja berikutnya. Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. 
Pemilihan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober berdasarkan  keputusan UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization)  yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 2 Oktober 2009. 
Keputusan UNESCO adalah wujud pengakuan dunia internasional terhadap budaya Indonesia, yaitu batik. Jika bicara dunia internasional, tentu diawali dengan proses memperkenalkan batik dimata dunia. 
Adalah Soeharto, Presiden RI ke-2 yang pertama kali memperkenalkan batik ke dunia internasional sejak pertengahan 80-an dengan cara menjadikan batik sebagai cindera mata bagi tamu kenegaraan. 
Ronald dan Nancy Reagen ketika mengenakan batik saat kunjungan ke Bali pada tahun 1986
Ketika Ronald dan Nancy Reagen berkunjung ke Indonesia pada tahun 1986, Pak Harto memberikan batik bagi keduanya. Kunjungan Presiden negara adidaya tersebut diliput oleh banyak media luar negeri, sehingga batik Indonesia semakin dikenal dunia. 
Ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC II (Asia-Pacific Economic Cooperation) yang diadakan pada tahun 1994 di Bogor. Batik semakin populer di mata dunia ketika 17 kepala negara dan kepala pemerintahan dari kumpulan negara-negara APEC, memakai batik tulis yang khusus di buat dengan corak yang melambangkan simbol negara masing-masing dengan sentuhan etnis Jawa. Termasuk Presiden AS Bill Clinton. 
Keputusan Presiden Soeharto memilih batik sebagai pakaian resmi kepala negara dan pemerintahan dari kumpulan negara-negara APEC saat pengambilan foto bersama menjadi sejarah penting dalam sejarah penyelenggaraan KTT APEC selanjutnya. Pak Harto membuat tradisi baru, demikian tepatnya. 
Karena sejak penyelenggaraan KTT APEC di Bogor tersebut,  disetiap KTT APEC berikutnya semua kepala negara yang hadir akan memakai pakaian nasional tuan rumah saat foto bersama.
JUM’AT, 2 OKTOBER 2015
Penulis : Gani Khair
Foto : Dokumen Pusat Data HM. Soeharto
Editor : Sari Puspita Ayu
Lihat juga...