Sumur Kering, Warga Terpaksa Ambil Air Sampai 2 Kilometer

Seorang warga Desa Gerunung, Kabupaten Lombok Tengah saat menguras persediaan air di drum penampung yang diambil dari dari ruma warga desa tetangga
LOMBOK TENGAH — Memasuki bulan Oktober kekeringan yang terjadi dan melanda daerah Nusa Tenggara Barat kian parah. Selain berdampak terhadap tanaman pertanian warga mati serta mengalami kekeringan, juga berdampak terhadap sumur serta embung dan tempat penampungan yang juga mengalami kekeringan.
“Musim kemarau tahun ini cukup parah dibandingkan tahun sebelumnya, sangat panas dan tidak pernah hujan sekalipun, kalau musim kemarau sebelumnya selalu ada hujan turun meski hanya satu dua kali, makanya sumur maupun embung penampung air pada kering,” kata Zamroni, warga Desa Jempong Kabupaten Lombok Tengah, Senin (26/10/2015).
Roni mengatakan, kalau sebelumnya sumur galian dekat rumahnya selalu berair, sekarang kering kerontang sama sekali, termasuk juga telaga yang ada didekat rumah yang biasa menampung air hujan. tapi sekarang, jangankan air, tanah dasar embung juga sudah mulai pecah – pecah
Makanya untuk keperluan air minum dan berwudhu, dirinya terpaksa harus menempuh jarak sekitar dua kilo meter menggunakan sepeda motor untuk mengambil air dengan galon maupun jerigen besar di rumah tetangga yang memiliki saluran air PDAM.
Hal yang hampir serupa juga disampaikan Fatimah warga Desa Gerunung Praya mengatakan, kekeringan dan cuaca panas yang terjadi sekarang memang dirasa cukup merepotkan, karenanya dirinya berharap supaya musim hujan biasa segera turun, supaya sumur maupun embung penampung air bisa segera berair kembali.
“Mudahan bulan ini hujan bisa segera turun, supaya tidak lagi mengalami kesusahan pergi mengambil air seperti sekarang dengan jarak tempuh jauh, lebih – lebih tenaga juga sudah tidak terlalu kuat, karena umur sudah tua,” ungkapnya.
SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...