Tanpa Rambu Peringatan, Proyek Drainase Ganggu Pengguna Jalan

Pengendara melintasi Jalan Radin Inten Kalianda
LAMPUNG — Proses pengerjaan drainase di Jalan Radin Inten Kalianda yang membuat tumpukan material tanah menutupi sebagian badan jalan serta tidak adanya rambu peringatan dikeluhkan oleh pengendara.
Salah satu warga asal Tajimalela Kalianda, Lampung Selatan mengaku nyaris menabrak material saat melintas dari Jalan Lintas Sumatera dan berbelok ke arah Jalan Radin Intan. 
“Lokasinya berada di belokan tepat di depan makam pahlawan Kalianda, jika pengguna jalan dari arah Bakauheni akan masuk kota Kalianda pasti akan terkejut karena material tanah banyak di jalan,”ungkap Sobari (34) kepada Cendana News, Kamis (29/10/2015).
Ia mengaku, pengerukan tersebut sangat menggangu aktifitas masyarakat yang sehari-hari melintas di ruas jalan tersebut. Terutama material urukan yang terdiri dari tanah dan bebatuan memakan sebagian badan jalan. 
Hal serupa juga disampaikan beberapa ukang ojek yang sering mangkal di daerah yang juga dikenal dengan Simpang Fajar tersebut. Mereka mengeluh karena material pengerukan sangat mengganggu aktifitas.
“Tumpukan material dari pengerukan sangat mengganggu karena memakan badan jalan, selain itu pengguna jalan tidak bisa menggunakan trotoar karena digali seharusnya dimasukkan dalam karung atau dipinggirkan di bagian lain jangan di badan jalan yang menambah sempit,,”keluhnya.
Selain penyempitan badan jalan karena sebagian material jalan berada di sepanjang ruas Jalan Raden Intan. Saat malam hari buruknya penerangan lampu jalan pun mengakibatkan pengguna jalan banyak mengalami kecelakaan kecil akibat menabrak material batu dan tanah.
KAMIS, 29 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...