Target Realisasi Penyaluran KPR BTN Capai 270 Miliar di 2015

Dwihatmo Arisumasto
BALIKPAPAN — Realisasi penyaluran kredit pembelian rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) cabang Balikpapan sampai awal Oktober 2015 mencapai Rp137 miliar lebih. Realisasi kredit KPR tersebut terdiri dari penyaluran kredit KPR perumahan komersil sebesar Rp130 miliar dan penyaluran untuk perumahan berpenghasilan rendah baru mencapai Rp7 miliar.
Menurut Kepala Cabang Bank BTN Balikpapan, Dwihatmo Arisumasto, lesunya industri pertambangan batu bara yang menjadi sektor andalan Kalimantan Timur berdampak juga pada penyaluran KPR di Balikpapan. Dimana banyak calon pembeli yang membatalkan kredit KPR . 
“Ada yang tinggal melaksanakan akad saja akhirnya membatalkan karena dipulangkan oleh perusahaan. Meskipun demikian, KPR tetap berjalan walau melambat, tidak macet, ” tuturnya, Jumat (16/10/2015).
Dwihatmo menjelaskan, kemampuan pengembang perumahan untuk dapat membangun unit-unit rumah lebih cepat dapat membantu realisasi penyaluran KPR baik untuk segmen komersil ataupun untuk segmen tapak sederhana.
Apalagi, anggaran subsidi Kementerian PUPR untuk uang muka KPR khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan bertambah menjadi Rp12,5 triliun, sehingga para pengembang pada tiap-tiap daerah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyediakan perumahan untuk MBR.
Selain itu, program sejuta rumah murah yang dicanangkan oleh pemerintah tahun ini mulai berjalan.
Untuk itu,  diaa menargetkan realisasi penyaluran kredit KPR sampai akhir tahun mencapai mencapai Rp270 miliar atau sekitar 70% dari target yang ditetapkan sebesar Rp299 miliar.
Sementara itu, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan pemberian anggaran subsidi ini tidak dibagi berdasarkan provinsi, namun diberikan sesuai dengan pembangunan yang ada. Sehingga semakin banyak pembangunan yang dilakukan, subsidi yang disalurkan juga akan semakin banyak.
Maurin mengharapkan, pengembang-pengembang di daerah juga menggencarkan pembangunan rumah MBR agar masyarakat yang berpenghasilan rendah juga memiliki rumah. 
JUMAT, 16 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...