Taufiqulhadi: Kasus Lumajang Bukti ‘In Absentia’ Negara Lindungi Warga

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Nasdem, Drs. T. Taufiqulhadi, M.Si
JAKARTA — Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Nasdem, Taufiqulhadi menilai, terjadinya kasus pembunuhan terhadap petani penentang kegiatan pertambangan pasir di lumajang merupakan bukti tidak hadirnya Negara (In absentia) dalam upaya perlindungan warga negara dan lingkungan hidupnya.
“Padahal kita tahu bahwa landasan konstitusional negara kita menghendaki adanya perlindungan hak warga atas rasa aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk ancaman serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat,”ungkap mantan Pengurus Besar HMI Jakarta melalui press release yang diterima Cendana News, Sabtu (03/10/2015) .
Dikatakan, dengan adanya kasus pembunuhan tersebut, menjadi cukup bukti bahwa fenomena pertambangan pasir di lumajang telah menempatkan pemerintah berada pada subordinat dari para pemangku kepentingan. 
“Bahkan saya juga melihat dan merasakan ketiadaan perlindungan terhadap nasib para petani yang dirugikan akibat kegiatan pertambangan tersebut. Andaikan pemerintah tanggap dan merespon kegaulauan petani atas aktivitas pertambangan tersebut, saya yakin kejadian  tersebut tidak akan terjadi,”sebut anggota Komisi yang membidangi hukum, HAM dan keamanan.
Taufiqulhadi mengharapkan, ada sinergitas dan kejujuran dari Pemda Kabupaten Lumajang beserta aparat kepolisian untuk bersama-sama menuntaskan kasus ini dan membuka fakta yang melarbelakangi seluruh rentetan kejadian tersebut.
“Terutama mengusut tuntas aktor intelektualnya supaya di kemudian hari, pembunuhan aktivis lingkungan semacam itu tidak terulang kembali, baik di lumajang ataupun di daerah-daerah lainnya,”katanya.
SABTU, 03 Oktober 2015
Jurnalis       : Sari Puspita Ayu
Foto            : Dokumen Pribadi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...