Tekan Angka Kecelakaan, Polda dan Polres Gelar Operasi Zebra 2015

Pengamanan jalan raya
NUSANTARA — Kepolisian Republik Indonesia melalui kepolisian daerah dan resort di berbagai daerah menggelar operasi Zebra 2015 untuk menekan angka kecelakaan. Selain itu, pemeriksaan kelengkapan pengendara dan kendaraan menjadi point utama operasi tersebut, seperti yang dilakukan oleh beberapa Kepolisian Daerah dan Resort, seperti di Sulawesi Utara dan Lampung.
Kapolda Sulut Wilmar Marpaung
Kapolda Sulut Wilmar Marpaung, selain untuk menekan angka kecelataan lalu lintas, kegiatan yang diberi nama Oprasi Zebra Samrat 2015 ini digelar untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat agar bisa melakukan tertib berlalu lintas, terutama meggunakan kendaraan dengan baik dan melengkapi dengan surat izin mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK), sehingga bisa mengurangi terjadinya resiko kecelakaan di jalan. 
“Kalau masyarakat sudah mengemudikan kendaraan dengan tertib, dan melengkapi dengan SIM dan STNK maka oprasi zebra samrat ini sukses, karena kalau mengemudikan kendaraan tanpa dilengkapi dengan kelengakapan makan memperbesar resiko terjadinya pelanggaran dan bisa menimbulkan kecelakaan,” kata Kapolda.
Sementara itu, Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Bandriya kepada sejumlah media menegaskan, Oprasi Sebra Samrat 2015 ini juga dilakukan dalam menyambut persiapan merayakan hari Natal dan Tahun Baru 2016. 
“Operasi ini kita akan laksanakan hingga tanggal 15 November 2015 mendatang,” ungkapnya.
Menurut Bandriya selama bulan januari hingga September jumlah pelanggaran lalu lintas di Sulut cukup tinggi sehingga oprasi sebra ini digelar. “Data pada kami dari Januri hingga September untuk penggendara yang ditindak oleh petugas sebanyak 40.162 pelanggar”, tegasnya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Lampung melalui Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, kegiatan yang diberi nama Operasi Zebra Krakatau 2015 tersebut akan dilaksanakan sejak tanggal 22 Oktober—4 November 2015.
Ia mengungkapkan, sepanjang dilaksanakannya Ops Zebra Krakatau tersebut petugas dapat mengedepankan sikap tegas dan humanis terhadap para pelanggar lalu lintas.
“Siapapun, kalau melanggar dilakukan penindakan, tidak terkecuali anggota Polri dan anggota keluarga Polri. Tapi jangan meninggalkan kesan humanis terhadap masyarakat. Sampaikan dengan bijak, apa pelanggarannya biar jelas,” ungkapnya di Mapolres Lampung Selatan Kamis (22/10/2015).
Ia menegaskan Operasi Zebra Krakatau 2015 akan lebih mengedepankan penindakan (gakum) terhadap pelanggar lalu lintas dengan kategori penindakan R2 SIM (surat kelengkapan kendaraan), helm, pengendara dibawah umur, R4 penggunaan sabuk pengaman, pengendara sambil menelpon, pengendara melawan arah dan pengendara yang menerobos lampu merah yang dapat berpotensi penyebab kecelakaan.
“Secara keseluruhan oeprasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan, keamanan, keselamatan dan kelancaran dalam berlalu lintas demi menekan angka kecelakaan dan kemacetan,” tegas mantan Kabagbinkar ro SDM Polda Sulawesi Tenggara tersebut.
JUMAT, 23 Oktober 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant/Henk Widi
Foto            : Ishak Kusrant/Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...