Tekan Kesenjangan Sosial, Pemda NTB Gandeng BUMN dan BUMD

Asisten tiga bersama Kepala Dinas Sosial NTB saat menyerahkan Kartu Tanda Anggota kepad sepuluh perusahaan menjadi anggota CSR NTB
MATARAM — Salah satu permasalahan yang belum sepenuhnya mampu dientaskan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat sampai sekarang adalah masalah kesenjangan sosial yang hampir setiap tahunnya terus bertambah, mulai dari anak dan pengemis jalan penyandang tunasusila, lansia dan beberapa penyakit sosial masyarakat lain.
“Masalah kesenjangan sosial masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya mampu dientaskan, karena itu keterlibatan dan peran serta BUMN, BUMD maupun perusahaan lain, sangat diharapkan dalam upaya membantu mengentaskan masalah sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Ketua Forum CSR NTB, Zainul Aidi di Mataram, Rabu (21/10/2015).
Melalui forum CSR yang ada, para pelaku usaha bisa memanfaatkannya untuk baik dalam upaya mensosialisasikan program yang telah dilakukan, maupun memfasilitasi dalam penyaluran CSR kepada masyarakat sehingga bisa tepat sasaran.
Karena memang, kata Zainul, meski sebagian perusahaan yang ada rutin menyalurkan CSRnya selama ini kepada masyarakat, tapi seringkali tidak berkesesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kebanyakan berbentuk logistik, padahal kebutuhan masyarakat penerima CSR juga kan bermacam–macam.
“Selain tepat sasaran bentuk CSR yang diberikan kepada masyarakat harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak melulu dalam bentuk sembakau atau logistik, anak jalanan akan lebih penting dibantu untuk mendapatkan dana pembinaan sekolah atau keterampilan daripada sembako,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Zainul mengatakan, untuk itulah penyaluran CSR melalui forum CSR akan lebih bagus digunakan, supaya dana CSR yang diberikan bisa tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sesuai kebutuhan.
RABU, 21 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...