Terkait Tolikora dan Singkil, DPP GAMKI Gelar Aksi Solidaritas

JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) melakukan aksi solidaritas terhadap kejadian di Tolikara dan Singkil. Mereka menggelar aksi simpatik di depan gedung Graha Oikumene , Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat dibawah kawalan ketat aparat keamanan.
Insiden pembakaran Masjid di Tolikara, Papua di Bulan Juli ternyata bersambung dengan insiden pembakaran Gereja di Singkil, Aceh. Hal ini menarik perhatian DPP GAMKI melalui Ketua Umumnya Michael Watimena untuk mengadakan aksi solidaritas, berupa pembagian bunga mawar putih sebagai tanda bahwa umat Kristen melalui DPP GAMKI mengutuk kejadian Tolikara dan Singkil.
Michael Watimena dalam sesi wawancara dengan awak media di halaman gedung Graha Oikumene menyebutkan bahwa ada pihak-pihak atau oknum yang memancing di air keruh menjelang Pilkada, dan hal yang paling enak untuk diprovokatori adalah Agama.
” Kami berteriak agar hentikan kekerasan dan politisasi atas nama agama. Itu tidak bagus, jangan campurkan agama dengan hal apapun, karena agama apapun di dunia ini adalah sakral. Apalagi karena rekayasa tersebut sampai ada korban jiwa dan materi, itu benar-benar biadab,” demikian pernyataan Michael Watimena.
Dalam aksi DPP GAMKI tersebut melibatkan kurang lebih dua ratus orang anggota sekaligus simpatisan. Merekapun tidak segan-segan menghampiri anggota masyarakat yang melintas di depan Graha Oikumene untuk membagikan Bunga mawar putih sebagai tanda cinta kasih.
” Negara ini sudah terlalu rusak oleh karena oknum-oknum tersebut. Harus dihentikan, jika tidak maka berapa Masjid dan Gereja lagi yang harus dikorbankan, dan berapa korban manusia lagi yang harus ada oleh karena hal itu,” sambung Michael Watimena.
Intelijen harus bergerak lebih cepat dibanding aparat lapangan. Sehingga tidak akan terjadi kerusuhan dahulu baru nantinya hanya menunggu beritanya di televisi.
Harapan kedepannya dari para anggota dan simpatisan DPP GAMKI adalah pemerintah baik pusat maupun daerah harus lebih tanggap dan cepat dalam menangani masalah-masalah seperti Tolikara dan Singkil. Jangan sampai sudah ada korban terlebih dahulu baru di perhatikan.
SENIN, 19 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...