Tidak Teridentifikasi, 14 Korban Trigana Air Dikubur Massal

14 Jenasah saat dibawa ke pekuburan Sereh, Sentani Kota, Kabupaten Jayapura
JAYAPURA — Sekitar dua bulan lebih proses identifikasi jenasah, menyisakan 14 jenazah dari 54 korban jatuhnya pesawat Trigana  Air jenis ATR 42 PK-YRN nomor penerbangan IL-267 di sekitaran Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (16/08/2015).
Ke-14 jenazah yang tak dapat teridentifikasi tim DVI Mabes Polri yakni Armaita, Alindam Yawan, Laode Musran, Manuela Uropmabin (anak), Markus Kalakmabin, Metodius DK. Karubaba (bayi), Musfia, Timeus Dubur, Supriyani, Theo Stiben Kalakmabin, Yana Vopka, Yan Wabdaron, Yosia Mote dan Yuliana Kalakmabin.
Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol dr Ramon Amiman menuturkan kantong jenasah nomor 008, 009B, 010, 014, 016, 024, 027, 041, 042, 044, 045, 047, 049 dan 050 tak dapat teridentifikasi, pihaknya turut berduka cita atas musibah yang terjadi.
“Kami atas nama tim DVI Polda Papua meminta maaf kepada keluarga korban karena hingga 12 Oktober 2015 dari laboratorium DNA di Mabes POLRI, kami dapat surat bahwa 14 jenazah dari sampel yang dikirim sudah tidak ada yang cocok dengan sampel pembanding,” kata Amiman, Selasa (27/10/2015).
Pihaknya, tak dapat rumusan atau profil DNA dari sampel yang dikirim ke tim DVI mabes Polri.
“Sabtu kemarin ada pihak keluarga yang ingin melihat lagi kondisi jenazah, dan kami perlihatkan kondisinya seperti apa,” ujarnya.
Sepuluh hari lalu, lanjutnya, ada anggota masyarakat yang mendatangi lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air disekitar Pegunungan Bintang untuk mengumpulkan beberapa bagian tulang korban agar dilakukan tes DNA.
“Hasil pengumpulan itu tidak bisa lagi dilakukan tes DNA karena tulang-tulang tersebut sudah kering dan tidak ada lagi sel-sel yang hidup untuk bisa dilakukan tes DNA,” tuturnya.
Setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan keluarga korban dan pihak maskapai penerbangan Trigana Air Service serta pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, didapatkan kesimpulan ke-14 jenazah akan dikuburkan dalam satu liang dengan peti yang berbeda-beda sesuai dengan nomor kantong jenazah.
Selanjutnya, ke-14 jenasah tersebut dibawa menuju pekuburan umum Sereh, Kampung Sereh, Distrik Sentani Kota, dikawal ketat aparat kepolisian dari Polda Papua, Polres Kota Jayapura dan Polres Jayapura untuk dilakukan penguburan massal.

SELASA, 27 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...