Tiga Bulan Berdiri, Koperasi Kasih Mama Tampung 200 Pelaku Usaha Lokal

Ketua sekaligus pendiri Koperasi Kasih Mama, Nerlince Wamuar
JAYAPURA — Tiga bulan berdiri, Koperasi Kasih Mama telah menampung lebih dari 200 anggota yang di dalamnya adalah pelaku-pelaku usaha lokal serta petani di sekitar Kota Jayapura. 
Ketua sekaligus pendiri Koperasi Kasih Mama, Nerlince Wamuar menyebutkan, didirikan sekitar bulan Juli tahun ini lantaran terinspirasi tidak adanya penampung aspirasi para petani dan pelaku usaha lokal di ibukota provinsi Papua. 
Disebutkan, anggota yang berasal dari kampung tobati, enggros, nafri, holtekamp, abe pantai kesemuanya memiliki berbagai macam jenis usaha, seperti menjual pinang, siri, sayur mayur, ikan laut, ikan asar dan berbagai macam jenis usaha lainnya berada di pasar Youtefa, Kota Jayapura.
Pihak koperasi sendiri, dikatakan Nerlince Wamuar, membantu anggota dengan berikan pelatihan managemen keuangan serta managemen usaha kepada anggotanya.
“Karena kekurangan mama-mama penjual pinang, ikan, sayur mayur di pasar, bagaiman mengelola keuangan mereka untuk lebih maju seperti pedagang lainnya,” kata Nerlince Wamuar, saat ditemui Cendana News di koperasinya yang terletak di belakang Asrama Haji, Kotaraja, Kota Jayapura, Senin (05/10/2015).
Pasar ini sendiri muncul, lanjutnya, karena tidak ingin pemerintah membuat Peraturan Daerah (Perda) soal komuditi lokal yang akan dijual oleh beberapa kelompok masyarakat, sedangkan anggota-anggotanya tersebut adalah petani komoditi lokal.
“Sampai benar-benar ada Perda, dampaknya luar biasa untuk kami. Sudah pasti permintaan dipasar akan turun. Kalau permintaan dipasar turun, dengan sendirinya harga akan jatuh, akhirnya kami sepakat dirikan koperasi,” ujarnya.
Selama ia memimpin koperasi tersebut, banyak keluhan yang muncul dari anggotanya, salah satunya tidak adanya lokasi penjualan yang memadai bagi penjual komoditi.
“Mereka diperlakukan tidak adil di pasar Youtefa, yang seharusnya tempat mereka di Los A, namun lokasi tersebut tidak cukup dengan jumlah mereka. Sehingga mereka melakukan inisiatif sendiri untuk membangun los dipinggir ruas jalan pasar youtefa,” bebernya.
Koperasi miliknya ini murni dari swadaya kelima pengurus koperasi termasuk dirinya sendiri, untuk mengidupi dan menghidupkan dengan melakukan berbagai macam pelatihan-pelatihan dan sangat jarang dilirik pemerintah.
“Koperasi kami ini jauh dari pasar dan ingin memindahkan koperasi ini ke pasar Youtefa agar lebih dekat dengan anggota-anggota kami yang juga berjualan disana,” harapnya.
Saat ini, dikatakan istri Ondoafi atau Ratu di Muaratami tersebut mengaku koperasi Kasih Mama telah bekerja sama dengan anggotanya yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan sistem barter jual beli.
“Selama ini orang migran yang kirim pinang ke Wamena, Jayawijaya. Dan kami sudah ada orang yang ada disana untuk mengumpulkan mama-mama penjual pinang dalam satu wadah dan menerima kiriman pinang kami kesana, dan rencana kami barter dengan kopi wamena, itu rencana kedepan ya,” ujarnya.
Tak hanya sampai disitu, dirinya bericita-cita mengidupkan pelaku usaha lokal di pasar Skouw, perbatasan RI-PNG, yang saat ini dikuasai para pedagang non lokal. “Kami ada rencana kesana, semuanya bertahap. Karena tidak mungkin kami lakukan sekaligus, sedangkan yang di kota saja masih seperti ini, jadi harus sabar. Tapi anggota kami ada banyak yang berjualan di perbatasan, di kampung-kampung. Semoga perwakilan rakyat yang ada dapat melirik kami ini,” bebernya.
SELASA, 06 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...