Tiga Bulan Tidak Hujan, Petani Kabupaten Keerom Merugi

Dua petani menggarap tanah yang masih ada airnya
KEEROM — Sebagaian besar para petani di Skanto, Kabupaten Keerom, Papua alami kerugian akibat kekeringan pada areal sawahnya, akibat tidak turunnya hujan sejak tiga bulan terakhir. 
“Ini sudah mau masuk bulan ke empat hujan tidak turun. Kalau tidak hujan dibulan ini, sudah pasti kami para petani makin rugi. Sekarang saja, kami terus cari akal bagaimana caranya dapatkan air, hanya untuk menyirami tanaman di ladang ini,” kata Edi salah satu petani di Arso IV, Skanto, Kabupaten Keerom, Minggu (11/10/2015).
Menurutnya, ada beberapa cara dirinya atasi situasi sulit itu, salah satunya mengaduk tanah bagian bawah yang masih ada airnya, ditaburi pada sisi-sisi tanaman, seperti bawang merah, cabe dan tomat.
“Kalau saya gali dapat tanah yang masih basah, pasti lakukan itu. Tapi, dua jam ini saya gali tanah kering semua,” ujarnya.
Kalaupun, lanjutnya, membawa air sumur dari rumah mereka, beberapa faktor kesulitan juga banyak, yang mengharuskan mereka membawanya dengan cara bolak balik gunakan sepeda motor.
“Air sumur dirumah saja tersisa sedikit, itu hanya untuk kehidupan sehari-hari. Belum lagi untuk minum dan lainnya, mas,” katanya.
Petani lainnya, juga mengaku banyak tanaman yang sudah mati akibat kekeringan, seperti cabe, tomat, bawang, sawi, dan lainnya. “Kalau mau lihat bawang merah yang bagus, daunnya pasti berwarna hijau dari ujung hingga pangkalnya. Tapi, ini mas lihat sendiri, ujung daunnya sudah warna kuning, lama kelamaan pasti warna kuningnya sampai pangkal,” kata Matno.
Dari pantauan Cendana News di persawahan Skanto, Keerom. Sebagaian besar lahan yang ditanami, seperti cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, tomat sayur, tomat buah, kacang panjang, sawi berpenampilan pucat coklat akibat kekurangan air.
Sebelumnya, hal yang sama juga menimpa Kabupaten Asmat akibat tidak turunnya hujan dalam tiga bulan terakhir. Sementara, diketahui bahwa fenomena El Nino akan berdampak ke wilayah selatan Papua.
Kepala Sub Bidang Pelayanan Jaya BMKG wilayah V Jayapura, Zem Irianto Paddama mengaku kekeringan berdampak ke sejumlah kabupaten di Papua dan Papua Barat, diantaranya Kabupaten Yahukimo, Yalimo, Memberamo Tengah, Lanny Jaya, Jayawijaya, Puncak Jaya, sebagian wilayah Asmat, Fak-fak, dan Sorong Selatan.
“Berdasarkan analisa kami, bagian selatan Papua terasa sekali itu kering, kemudian daerah pegunungan juga begitu. Itu semua dampak dari El Nino, fenomena alam yang menyebabkan penurunan curah hujan,” kata Paddama awal bulan September lalu.
Daun bawang merah warna kuning akibat kekurangan air

Daun pohon cabe telah rontok, akibat kekeringan
MINGGU, 11 Oktober 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...