Tiga Prajurit di Semarang Terima Tanda Kenghormatan di HUT TNI

Drama kolosal dalam rangka HUT TNI
SEMARANG — Upacara dalam rangka memperingati HUT Tentara Nasional Indonesia ke 70 juga diperingati segenap keluarga besar TNI di Jawa Tengah dan Daerah Provinsi Yogyakarta ( DIY ) dipusatkan di Lapangan Panglima Besar Jendral Soedirman. Tepatnya berada di markas komando Batalyon Kavaleri / 2 Tank, terletak di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Upacara tersebut diikuti segenap unsur Tiga Matra kesatuan dari AD, AL dan AU dan kesatuan POLRI, kemudian disusul dengan kesatuan – kesatuan sipil  lainnya. Selain untuk memperingati HUT ke 70 TNI, upacara tersebut juga digabungkan dengan peringatan HUT Kodam IV Diponegoro yang ke 65.
Upacara dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Pangdam IV Diponegoro, Mayjend TNI Jaswandi. Dengan menggunakan mobil jeep terbuka, Pangdam memeriksa kesiapan seluruh pasukan yang akan mengikuti jalannya upacara. Sesaat kemudian, Pangdam kembali ke podium tempat upacara dan akan memimpin jalannya upacara peringatan HUT TNI dan HUT Kodam IV Diponegoro.
Pada kesempatan ini, Pangdam menyematkan secara langsung tanda kehormatan dan lencana kesetiaan kepada prajurit yang berprestasi dari AD, AL dan AU. Mereka telah melaksanakan tugas kedinasan dan terbukti memiliki kesetiaan yang luar biasa selama masa pengabdian kepada kesatuannya masing – masing dan kepada bangsa dan negara.
Penyerahan tanda kehormatan dan lencana kesetiaan kepada prajurit tersebut berdasarkan surat keputusan Presiden yang diberikan kepada tiga prajurit, yaitu Kapten Inf Mustofa, yang bertugas di Jasdam IV, Marinir Enggal Junaedi, yang bertugas di Intel Lanal Semarang dan Praka Soni Wibowo, sebagai prajurit kepala anggota Lanud Adi Sucipto Yogyakarta.
Sesuai dengan amanat pidato Presiden RI dalam rangka HUT TNI ke 70 yang dibacakan oleh Pangdam IV kali ini dengan tema Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional. Siap mewujudkan Indonesia yang Mandiri, Berdaulat dan Berkepribadian. 
Mayjend TNI Jaswandi sebagai Pangdam IV Diponegoro, dalam pidato sambutannya mengatakan, Presiden mengucapkan banyak terima kasih, khusunya kepada para prajurit TNI yang bertugas di daerah perbatasan atau pedalaman yang terpencil dan seluruh prajurit yang bertugas misi perdamaian internasional dan prajurit yang bertugas memadamkan api kebakaran hutan.
Setelah upacara selesai, kemudian disusul dengan pertunjukan drama kolosal yang mengisahkan perjuangan Panglima Besar TNI Jendral Soedirman saat menghadapi Agresi Militer Belanda ke Yogyakarta pada tahun 1948. Selain itu juga ditampilkan parade defile dari para prajurit TNI, disusul dengan defile parade kendaraan tempur alat sistem persenjataan utama ( alutsista ) berupa tank dan panser dari tiga kesatuan TNI dan Satgultor Kopassus.
Ilustrasi Panglima Besar Jenderal Soedirman

Pangdam IV Dipanegoro saat di wawancara

Pertunjukan defille
SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...