Tingkat Partisipasi KB di Balikpapan Meningkat 14 Persen

Kepala BPMPKB Balikpapan Sri Wahyuningsih
BALIKPAPAN — Tingkat partisipasi masyarakat menerapkan sistim keluarga berencana (KB) di kota Balikpapan di 2014, 65 persen (aprevelensi rate orang berkb) dan hal tersebut sesuai target pemerintah pusat. Sedangkan tahun ini hingga September terjadi peningkatan sebesar 14,20 persen dengan penambahan peserta baru 1.018 orang .
“Hasil pendataan keluarga untuk ikut KB pada tahun ini sampai bulan kemarin itu berada di posisi 79,20 persen. Sedangkan tahun lalu 65 persen. Jadi di 2014, dari 100 pasangan usia subur itu ber KB ada 65 pasangan. Itu asumsinya untuk prevalensi rate 65 persen,” terang Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Sri Wahyuningsih saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2015).
Sri menjelaskan, di Balikpapan sendiri pengguna KB dodominasi menggunakan metode pil dan kondom dan suntik. Padahal arahan dari BKKBN pusat harus menggalakkan pola KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Sedangkan penggunaan KB dengan pola non MKJP seperti kondom dan pil memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Saat ini jumlah peserta KB baru tahun 2014 kemarin mencapai 1.018 orang. Sedangkan jumlah pasangan usia subur di Balikpapan tercatat sebanyak 103.582 pasangan.
“Dari 1.018 itu dengan metode kontrasepsi untuk IUD 68, MOW atau metode operasi wanita atau strelisasi masih nol, sedangkan metode operasi pria atau MOP kanalisasi alat reproduksi laki-laki hanya tiga peserta. Rata-rata peserta KB banyak gunakan kondom dan pil. Untuk kondom peserta KB baru ada 16 orang,  Untuk implant atau susuk ada  111 peserta, suntik ada 745 dan pil 75,” ulas Sri.
Upaya untuk meningkatkan angka partisipasi pengguna KB, pihaknya menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pasangan usia subur menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Hal ini dilakukan agar angka kelahiran bagi pasangan usia subur yang sudah memiliki anak 2-3 dapat menggunakan metode tersebut.
Adapun metode kontrasepsi jangka panjang tersebut diantaranya seperti Metode Operasi Pria (MOP), Metode Operasi Wanita (MOW) dan IUD.
SENIN, 26 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...