Tingkatkan Daya Beli, Rei Balikpapan Berencana Turunkan Harga Jual

BALIKPAPAN — Untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap perumahan di Balikpapan, pengembang perumahan kelas menengah ke atas merencanakan menurunkan harga penjualan.
Ketua Real Estate Indonesia Balikpapan, Edi Juwadi menyebutkan, perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Apalagi belakangan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kalimantan Timur akibat lesunya industri batu bara yang menjadi sektor andalan.
Edi Juwadi
“Saat ini daya beli lagi turun, perlu strategi untuk meningkatkan pembelian pada unit rumah,” ungkapnya saat dihubungi di Balikpapan, Sabtu (17/10/2015).
Penurunan harga jual unit rumah lanjut Edi, menjadi salah satu strategi pengembang untuk meningkatkan daya beli rumah. Namun, penurunan harga tidak lebih dari 5%. Karena harga beli material dan tanah masih tinggi di Balikpapan. 
Edi mengatakan, dengan kondisi saat ini pengembang tidak mungkin menaikkan harga unit rumah. Apalagi banyak pembeli yang membatalkan pembelian, karena khawatir tidak mampu melunasi pembayaran. 
Dia yakin dengan menurunkan harga jual menengah ke atas akan mengembalikan daya beli masyarakat terhadap perumahan menengah ke atas, meskipun tidak besar. 
“Upaya lainnya juga menyarankan pengembang perumahan segmen kelas menengah atas untuk menahan ekspansi pembangunan rumah pada segmen tersebut. Untuk menghindari kerugian akibat modal investasi yang cukup lama,” terang Edi. 
Selain itu, Edi menambahkan pengembang perumahan segmen kelas menengah atas juga bisa ikut melakukan pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sesuai dengan program pemerintah.
SABTU, 17 Oktober 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...