Titiek Soeharto Ajak Mahasiswa Implementasikan 4 Pilar MPRI RI

Titiek Soeharto
YOGYAKARTA —– Wakil Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto melakukan sosialisasi empat Pilar MPR RI di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.
Dihadapan 200 mahasiswa, Titiek Soeharto yang hadir sebagai narasumber kehormatan menyampaikan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus selalu ingat hal-hal yang penting, yaitu Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi dan NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan.

“UUD 1945 sebagai sumber hukum tertinggi hendaknya menjadi panduan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara juga menjadi pedoman dalam penyusunan perundang-undangan yang ada di bawahnya,”sebut Titiek di di Gedung Ki Sarino Mangunpranoto Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Kamis (08/10/2015).

Disampaikan, sejalan dengan tuntutan reformasi dan tuntutan perkembangan bangsa Indonesia, MPR sejak 1999 smpai 2002 telah melakukan perubahan sebanyak empat kali terhadap UUD 1945. Perubahan itu telah mengantarkan Indonesia ke dalam sejarah baru kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam melakukan perubahan UUD 1945, MPR telah menetapkan kesepakatan dasar agar perubahan tersebut mempunyai arah, tujuan dan batas yang jelas. Kesepakatan itu adalah, pertama tidak mengubah isi pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan  bentuk negara NKRI, tetap mempertegas sistem presidensial, dan penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukan ke dalam pasal-pasal dan batang tubuh dan melakukan perubahan dengan tetap mmpertahankan naskah asli.

Sesuai UU No. 17/2012 mengenai  pemilihan DPR, DPRD dan MPR, kami selaku anggota dewan mempunyai tugas antara lain memasyarakatkn ketetapan MPR, memasyarakatkan Pancasila, dan UUD 1945, NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Juga mengkaji sistem ketata-negaraan UUD 1945 serta pelaksanaannya dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD 1945.

Disebutkan,tujuan sosialisasi adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap UUD 1945 dan Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan sejumlah Ketetapan MPR RI.Juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika agar bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita sekarang ini patut prihatin karena nilai-nilai Pancasila sudah luntur dari kehidupan masyarakat. Dulu zaman ORBA, ada P 4, PMP untuk pelajar yang bertujuan agar senantiasa mmahami dan menerapkan nilai-nilai luhur. Namin belakangan ini terlihat sudah luntur. Hampir setiap hari tayangan berita ada anak kecil diperkosa, dibunuh dan sebagainya. Seolah masyarakat sudah tidak beradab lagi,”tutupnya.

Sementara itu, acara dibuka dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya, disambung pembacaan teks Pancasila, dan lagu hymne Tamansiswa.

Sesudah acara seremonial dan ramah-tamah, Rektor UST, Dr H Pardimin, mengatakan dalam sambutannya, bahwa 4 Pilar MPR RI harus diperjuangkan untuk membangun bangsa.

Pardimin menegaskan pula, jika sosialisasi 4 Pilar MPR RI menjadi penting, apalagi diadakan di kampus kebangsaan dan kerakyatan satu-satunya yang didirikan langsung oleh Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantoro.

Pardimin berharap dengan semwkin memahami  Pancasila sebagai dasar negara dan 4 Pilar MPR RI, mahasiswa generasi penerus mampu lebih memahami nilai-nilai Pancasila.

Titiek Soeharto bersalaman dengan Rektor UST, Padimin
Menyanyikan lagu Indonesia Raya

KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...