Tokoh Masyarakat Minta Pengamanan Hutan Dikembalikan Kepada TNI

Kawasan hutan yang masuk dalam Tamana Nasional Gunung Rinjani nampak sudah gundul akibat pembalakan liar dan bisa berpotensi menimbulkan longsor saat musim hujan tiba
LOMBOK — Maraknya terjadi pembakaran hutan dan aksi pembalakan liar yang mengakibatkan kerusakan ratusan hingga ribuan hektar kawasan lahan hutan di sejumlah daerah di Indonesia selain karena permainan dan ulah para pengusaha korporasi besar, juga karena pengawasan dinilai masih lemah.
“Pengawasan dan pengamanan yang dilakukan pemerintah terhadap kawasan hutan, khususnya di NTB selama ini masih sangat lemah, kalau dibandingkan dengan sepak terjang para mafia yang melakukan pembakaran dan pembalakan liar kawasan hutan, khususnya di NTB,” kata tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, H. Isnaini, Minggu (18/10/2015).
Karena itu, untuk bisa tetap menjaga keamanan dan kelestarian hutan dari ancaman pembalakan liar, termasuk aksi pembakaran, kalau bisa pengamanan diserahkan kembali kepada TNI, karena pengamanan hutan oleh TNI semasa Presiden Soeharto telah terbukti mampu menjaga hutan dari kerusakan.
Dikatakan, bandingkan pengamanan hutan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang dilakukan TNI cukup bagus dan kelestraian hutan juga cukup terjaga, meski memang ada saja terjadi kerusakan, tapi tidak seperti sekarang, sudah sangat parah.
“Sekarang ini coba lihat bagaimana hampir sebagian besar kawasan hutan di NTB rusak parah dan sudah gundul, kayu – kayu yang ada di hutan ditebang baik dalam skala besar untuk komersil maupun dibersihkan sebagai tempat bercocok tanam,” ungkapnya.
Lebih lanjut H. Isnaini menambahkan, aksi pembakaran dan pembalakan liar kawasan hutan sekarang ini juga, selain telah menyasar kawasan hutan biasa, juga sudah merambah ke kawasan hutan yang masuk dalam kawasan hutan nasional seperti Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok.
“Untuk itulah, pengamanan hutan oleh TNI dirasa akan lebih efektif, karena kalau TNI, selain menjaga, mereka juga dekat mudah berbaur dengan kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
MINGGU, 18 Oktober 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...