Tuding Penyebab Razia, PKL Pasar Senen Ancam Sweeping Jurnalis

Satpol PP Amankan fly over dari aktivitas PKL

JAKARTA — Suasana menegangkan terjadi kemarin malam di wilayah Pasar Senen mulai dari depan Terminal Senen sampai samping Fly-over Atrium Senen antara SatpolPP gabungan dari Walikota Jakarta Pusat dengan Para pedagang baju bekas. sudah memasuki hari keempat para pedagang tidak bisa mencari nafkah berdagang di pinggir jalan seperti biasanya dikarenakan razia aparat.
Para pedagang menuding hal ini sebagai hasil dari liputan-liputan awak media elektronik yang seenaknya memuat berita, yang pada akhirnya membuat aparat gabungan melakukan operasi dalam batas waktu yang tidak ditentukan.
Salah seorang pedagang bernama Sitohang, yang juga merupakan pemimpin puluhan pedagang baju yang kena razia menyesalkan apa yang dilakukan para awak media yang awalnya diharapkan bisa menyampaikan aspirasi mereka malah menjadi biang keladi razia PKL yang sudah menginjak hari keempat.
” Kita mau makan apa jika hal seperti ini terjadi setiap hari. Apakah tidak terlintas dibenak para awak media tersebut bahwa apa yang mereka lakukan justru menyengsarakan kami disini, bukannya membantu kami. Jangan salahkan kami jika kami lakukan sweeping terhadap mereka. Kami benar-benar sudah muak,” Papar Sitohang dengan geram kepada Cendana News yang juga sebelumnya hampir menjadi sasaran amuk pedagang di lokasi.
Sementara itu, pimpinan regu SatpolPP di lokasi, Arie Suhaeri menyebutkan, razia ini sudah sembilan bulan mereka laksanakan secara rutin, namun belum pernah sampai seintens sekarang ini.
” Sekarang kami mendapatkan perintah langsung dari Walikota Jakarta Pusat untuk menjaga lokasi, mulai pukul delapan pagi sampai pukul delapan malam. Kami rasa dengan atau tanpa pemberitaan awak mediapun kami tetap akan melaksanakan operasi ini,” begitulah penjelasan Danru SatpollPP Arie Suhaeri menanggapi tudingan para PKL kepada awak media elektronik.
Sempat terpantau awak media dari salah satu televisi swasta terkemuka di Jakarta merapat ke lokasi namun mereka hanya sampai di depan wilayah agak bersahabat, yaitu antara Gedung Wayang Orang Bharata dan Terminal Senen. Tidak ada satupun dari awak media elektronik berseragam biru tersebut yang meliput sampai ke lokasi utama di depan shelter busway Senen Central.

JUMAT, 02 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo

Lihat juga...