Unjukrasa Ratusan Becak Motor di Yogyakarta Ricuh

Unjukrasa berlangsung ricuh
YOGYAKARTA — Unjukrasa menuntut dicabutnya Surat Edaran Gubernur DIY No. 551.2/03/2003 tentang pelarangan becak bermotor (bentor) beroperasi ibu kota provinsi tersebut berlangsung ricuh. Ratusan pendemo terlibat aksi dorong dan adu mulut dengan petugas polisi. Satu orang pengunjukrasa bahkan pingsan yang diduga akibat didorong dan ditendang petugas, Senin (05/10/2015).
Pendemo yang hendak menuju ke Komplek Kepatihan Kantor Gubernuran DI Yogyakarta dihadang polisi di simpang empat Hotel Inna Garuda Malioboro Yogyakarta. Selama hampir dua jam, arus lalu lintas menuju jantung kota toleransi itu pun macet. 
Aksi dorong terjadi, lantaran negosiasi antara petugas polisi yang menutup akses jalan dengan koordinator aksi berjalan alot dan tegang. Polisi melarang para bentor memasuki ruas Jalan Malioboro karena dikhawatirkan bisa memacetkan ruas jalan utama tersebut. Selain itu, berdasarkan peraturan pun, bentor memang tak dibolehkan beroperasi di Kota Yogyakarta.
Menghindari ketegangan lebih jauh, petugas membolehkan sebagian dari ratusan peserta unjukrasa menuju Komplek Kepatihan. Namun, begitu besi penghalang jalan dibuka, ratusan pengemudi bentor langsung merangsek maju. Petugas pun segera menghadang, karena hanya sebagian saja yang dibolehkan masuk. Dan  kericuhan pun kembali terjadi. Aksi dorong berlangsung mencekam. Beruntung, kedua belah pihak mampu menahan emosi, sehingga tidak terjadi bentrok.
Namun demikian, di lain sudut di lokasi yang sama, tampak seorang pengunjukrasa terkapar lemas di trotoar. Parmin, koordinator aksi mengatakan, jika pengunjukrasa yang nyaris pingsan itu bernama Baktiar alias Abang. 
“Menurut laporan, dia didorong dan ditendang polisi saat adu mulut. Tapi, kebenarannya masih kita cari tahu,” ujar Parmin, sembari memerintahkan beberapa orang untuk membawanya ke rumah sakit.
Bentor atau becak motor, dilarang beroperasi karena dinilai menyalahi aturan. Selain itu, bentor juga dianggap mematikan becak kayuh yang merupakan becak tradisional yang dipertahankan sebagai ikon budaya dan pariwisata Yogyakarta. Namun demikian, ratusan bahkan ribuan pengemudi bentor yang tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY), menganggap pelarangan bentor sebagai tindakan melanggar hak asasi, memberangus hak-hak pekerjaan rakyat kecil, dan mengancam kelangsungan hidup mereka. Karen itu, PBMY menuntut agar segera dicabut Surat Edaran Gubernur DIY yang melarang bentor beroperasi dan segera menerbitkan peraturan becak motor yang legal. 
Baktiar alias Abang pingsan akbat saling dorong

SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...