Warga di Lampung Lirik Bisnis Properti Sebagai Investasi

Salah satu perumahan di Lampung
LAMPUNG — Kebutuhan akan tanah dan perumahan mulai meningkat di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan investasi yang saat sekarang ini mulai dilirik masyarakat yakni properti. Kondisi tersebut merupakan akibat dari  pertumbuhan penduduk yang semakin padat sehingga mendorong semakin besarnya kebutuhan, baik itu tanah atau rumah.
Berdasarkan data yang Cendananews.com peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 penduduk laki-laki Provinsi Lampung sebanyak 3 916 622 jiwa dan perempuan sebanyak 3 691 783 jiwa. Besarnya jumlah penduduk serta kebutuhan akan perumahan ini mulai dimanfaatkan pemilik modal dan agen properti.
Salah satu agen properti di Lampung Selatan Hamdani Purba(36) mengungkapkan permintaan akan rumah tinggal jenis perumahan mulai meningkat dalam dua tahun terakhir. Ia bahkan mengakui sudah menjadi agen properti sejak tiga tahun lalu khusus untuk tanah kavling serta perumahan yang sudah jadi. Penawaran rumah yang sudah jadi dilakukannya menggunakan jejaring sosial facebook serta selebaran dan aktif melalui Blackberry Messenger.
“Semakin tingginya kebutuhan perumahan ini dimanfaatkan oleh pengembang serta pemilik modal untuk membeli tanah kemudian dibuat perumahan dengan ukuran berbeda,”ungkap Hamdani Purba saat dikonformasi Cendana News, Kamis (08/10/2015)
Menurutnya banyak sekali cara untuk berinvestasi di bidang properti, mulai dari investasi pada properti rumah, ruko, apartemen, rumah kos, ataupada properti kavling tanah. Investasi di bidang properti, khususnya investasi properti kavling tanah dan properti rumah atau bangunan.
“Seperti yang sedang saya jalani berupa investasi kavling tanah yang oleh bos saya dibeli di wilayah Lampung Selatan dengan harga Rp 300juta dan ini adalah peluang seperti kita ketahui bahwa harga tanah selalu saja naik dari tahun ke tahun,“ungkap Hamdani Purba.
Ia mengungkapkan harga tanah akan mengalami penurunan. Ini dikarenakan adanya permintaan tanah yang dari tahun ke tahun selalu meningkat selaras dengan pertambahan penduduk yang semakin padat dan supply atau pasokan tanah sangat terbatas dan tidak berkembang. Hal ini pun sejalan dengan hukum ekonomi di mana jika terjadi permintaan yang besar harga pun juga akan meningkat. Peningkatannya pun akan terasa signifikan apabila supply atau persediaan barang terbatas.
Salah satu warga Kemiling Bandarlampung Pur Urip mengungkapkan, dirinya membeli tanah di tahun 2013 lahan tanah seluas 1 hektar yang kemudian ditanami pohon sengon. Investasi tersebut dilakukan untuk persiapan kuliah anaknya.
“Selama ini tanah hanya digunakan sebagai lahan pertanian serta sebagian untuk perumahan dan sekarang sudah bergeser untuk investasi masa depan,”ungkap Pur Urip.
Kepemilikan tanah yang berada di pinggiran kota oleh warga Bandarlampung tidak lagi hanya digunakan untuk tempat tinggal pribadi tapi sebagian masyarakat pun kini mulai melirik properti sebagai bagian dari investasi masa dengan semakin bertambahnya kebutuhan akan perumahan.
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...