150 Warga Terdampak Tol Segera Terima Ganti Rugi

LAMPUNG — Proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni Lampung Selatan-Terbanggi Besar Lampung Tengah di wilayah Bakauheni terus berjalan. Proses pembebasan lahan dan penggusuran telah dilakukan terhadap rumah warga yang telah dikosongkan dan ditinggalkan penghuninya milik  sebanyak 112 orang dari 193 bidang lahan di wilayah tersebut. Proses tersebut dikerjakan di sepanjang satu kilometer jalan tol yang masih terus dikerjakan.
Proses pembebasan lahan untuk dua kilometer selanjutnya direncanakan dilakukan dalam waktu dekat, bahkan menurut Camat Bakauheni, Ariswandi,  masyarakat pemilik lahan  sebelumnya telah dikumpulkan dan mendapatkan sosialiasi ganti rugi bakal di kumpulkan lagi untuk mencairkan dana ganti rugi.
“Pekan depan, 150 warga pemilik lahan di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni bakal menerima ganti rugi dari pemerintah pusat. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum akan membebaskan lahan sekitar 2 kilometer lagi,”ungkap Ariswandi di Bakauheni Minggu (15/11/2015).
Menurut dia, teknis pencairan dana ganti rugi itu sama seperti ganti rugi sebelumnya pada September lalu, yakni melalui rekening Bank pemilik lahan. Bank pemerintah yang telah ditunjuk akan ikut serta dalam pembagian uang ganti rugi bersama tim pembebasan lahan seperti yang sebelumnya dilakukan di Menara Siger untuk penyerahan uang pembebasan lahan tol sepanjang 1 kilometer.
Berdasarkan informasi dari petugas kementerian PU, pekan depan akan dicairkan dana ganti rugi kepada 150 orang pemilik lahan di Desa Bakauheni. Dana ganti rugi lahan, bangunan dan tanam tumbuh itu akan di kirim langsung ke rekening bank masing-masing.
Ariswandi menambahkan, pemilik lahan yang sudah didata tersebut harus membawa alas hak saat mencairkan dana ganti rugi. Saat mencairkan dana ganti rugi, pemilik lahan harus membawa bukti kepemilikan tanah dan bangunan seperti surat-surat yang sah.
Pada pencairan ganti rugi sebelumnya, sebanyak 112 orang dari 193 bidang lahan menerima dana ganti rugi yang dicairkan pemerintah pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Besaran dana ganti rugi yang diterima masing-masing pemilik lahan berbeda tergantung luas lahan, jenis bangunan dan banyaknya tanam tumbuh.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...