2016, Pelatihan Wirausaha Diprioritaskan Pekerja PHK

Doortje Marpaung
BALIKPAPAN — Para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan menjadi prioritas dalam pelatihan wirausaha pada tahun 2016 untuk mengurangi angka pengangguran di Balikpapan. 
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kota Balikpapan, Doortje Marpaung menerangkan, sebelum dilakukan pelatihan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) mengenai data pekerja yang di PHK dan minat pekerja yang melakukan wirausaha. 
Menurutnya, pemetaan yang dilakukan oleh Disnakersos akan menjadi acuan bagi instansinya untuk memberikan pelatihan yang sesuai dengan minat usaha para pekerja. Pelatihan pun tak akan bisa dilakukan apabila data minat pekerja tak jelas. 
“Harus dipetakan dulu berapa pekerja yang ingin berwirausaha, itu yang kami latih. Kami akan prioritaskan pekerja yang terkena PHK ini bila memang mau berwirausaha, supaya tidak menyia-nyiakan jatah peserta pelatihan,”paparnya, Jumat (13/11/2015).
Kendati angka PHK terbilang cukup tinggi, Doortje belum dapat memastikan apakah jumlah PHK berpengaruh langsung terhadap peningkatan jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Balikpapan. 
Berdasarkan data Disperindagkop Balikpapan sampai kini jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 14.800 UMKM telah terdata dan berada di bawah bimbingan Disperindagkop Balikpapan.
Adapun sektor andalan dari industri pengolahan makanan. Sementara usaha lain yang tengah berkembang antara lain kerajinan kayu dan rotan serta kerajinan batik Balikpapan. 
“UMKM yang sudah eksisting pun tetap bisa untuk mengikuti pelatihan wirausaha ataupun pelatihan peningkatan kualitas produk. Kami memang akan melirik dulu yang prioritas, asalkan pemetaan minatnya benar,” sambung Doortje.
Sementara itu, Kepala Disnakersos Balikpapan, Tirta Dewi mengatakan sampai saat ini masih melakukan pendataan jumlah PHK di Balikpapan. Data terhimpun sampai dengan September 2015 terdapat sebanyak 152 perusahaan yang melaporkan pemutusan hubungan kerja dan  sebanyak 2.743 pekerja telah terkena imbas. 
Pemutusan hubungan kerja paling banyak terjadi pada sektor usaha pertambangan batu bara dan migas, perbankan, asuransi, perhotelan, dan sektor konstruksi. Jumlah PHK diperkirakan akan terus bertambah sampai akhir tahun. 
JURNALIS : FERRY CAHYANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Balikpapan, gabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis di beberapa media online dan cetak lokal. 

Akun twitter @fer_rry
Lihat juga...