Akhirnya, Aspal Buton yang Diprakarsai Pak Harto Jadi “Tuan Rumah” di Sulawesi

Jenderal Besar HM. Soeharto. Presiden RI ke-2
BUTON—Aspal Buton (Asbut) yang diprakarsai Pak Harto dan sangat terkenal di era Orde Baru tak pernah menjadi “tuan rumah” di Pulau Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara sejak reformasi bergulir. Pembangunan proyek jalan lebih banyak menggunakan aspal import. Tapi sejalan dengan otonomi daerah, mulai tahun 2016 mendatang, proyek jalan di lintas Sulawesi akan menggunakan Asbut.
Penggunaan  Asbut di wilayah Pulau Sulawesi, merupakan hasil kesepakatan bersama. antara seluruh pemerintah daerah saat pertemuan di Balai Lima Besar Makassar. Bila kesepakatan itu dipatuhi, maka provinsi yang akan menggunakan Asbut, yakni Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar). Kemudian Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Seluruh anggaran pendapatan dan belanja cakupan Pemda yang ada di Pulau Sulawesi akan menggunakan aspal Buton tahun 2016. Ini merupakan pemanfaatan sumberdaya alam sendiri,” kata Samsu Umar Samiun, Bupati Buton.
Untuk memenuhi permintaan pasar Asbut, kendala yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya kapasitas produksi. Kemampuan produksi sekarang baru 400 ton setiap hari. Sedangkan diprediksi kebutuhan Asbuton mencapai 1,5 juta ton per tahun.
Pengamat transportasi, Ir.Hado Hasina, MT, menjelaskan kualitas aspal Buton  lebih baik dibandingkan dengan aspal import. Demikian juga soal harga, lebih murah aspal Buton dibandingkan aspal minyak yang harus didatangkan dari luar negeri.
“Kualitas aspal Buton lebih baik, asalkan secara tehnis proses permentasi dan saat menghampar benar-benar dipahami. Kemudian didukung dengan standar bes jalan, misalnya beban jalan semestinya hanya 7 ton tapi kendaraan yang lewat di atas 10 ton, tentu jalan cepat rusak,” jelasnya.
Hado pun menyambut gembira atas adanya kesepakatan bersama untuk menggunakan Asbut di wilayah Sulawesi. Ini langkah yang tepat untuk menggunakan potensi sumberdaya tambang aspal yang terdapat di daratan Buton.
Asbut sendiri sudah pernah diuji coba oleh Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PU di beberapa wilayah di Sultra, seperti di Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton Utara. Hasil ujicoba tersebut kondisi jalan sampai sekarang masih mulus, padahal sudah bertahun-tahun digunakan.
Semua mengamini, semoga dengan perkembangan ini, Pak Harto bangga. 
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...